Investasi AS di RI Pada 2019 Bisa Meningkat USD131,7 Triliun

imagesJakarta – Investasi Amerika Serikat di Indonesia melalui kerja sama bilateral pada bidang ekonomi pada 2019 diperkirakan akan meningkat mencapai USD131,7 triliun 46,2 persen, dibanding saat ini total dari kerjasama ekonomi bilateral antara Indonesia-AS melampaui USD90 triliun per tahun.

Kajian diterbitkan pada acara tahunan US-Indonesia Investment Summit keempat di Jakarta, yang disponsori oleh U.S. Chamber dan AmCham Indonesia berjudul Vital & Growing: Adding up the US-Indonesia Economic Relationship menggambarkan betapa besar pentingnya hubungan ekonomi di antara kedua negara.

“Melalui berbagai pendekatan untuk mengukur hubungan ekonomi bilateral, kedua organisasi tersebut mengukur totalitas dari hubungan ekonomi antara kedua negara, dengan memuat tak hanya foreign direct investment, tetapi juga perdagangan, penjualan domestik, pendapatan keuangan dan pendapatan pemerintah, kata Executive Vice President dan Head of International U.S. Chamber of Commerce Myron Brilliant dalam keterangannya,” Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Melalui berbagai pendekatan untuk mengukur hubungan ekonomi bilateral, kedua organisasi tersebut mengukur totalitas dari hubungan ekonomi antara kedua negara, dengan memuat tak hanya foreign direct investment, tetapi juga perdagangan, penjualan domestik, pendapatan keuangan dan pendapatan pemerintah.

Secara bersamaan, kelima komponen tersebut berjumlah hingga USD90,1 triliun di tahun 2014 (tahun terakhir di mana data tersedia). Ini setara dengan kurang lebih 10 persen dari PDB Indonesia.

Berdasarkan kajian tersebut, untuk mencapai best case scenario kerja sama Indonesia-AS, akan bertumpu sebagian besar pada tindakan-tindakan yang diambil oleh kedua pemerintah negara.

Kajian tersebut menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mengambil reformasi ekonomi tertentu, namun masih perlu kembali melakukannya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih naik.

Berdasarkan kajian tersebut, Compound annual growth rate (CAGR) atau laju pertumbuhan majemuk tahunan kerja sama ekonomi tumbuh 8,0 persen selama lima tahun (2010-2015). Sedangkan pada periode yang sama PDB Indonesia tumbuh 5,5 persen. Ini menunjukkan kerja sama ekonomi kedua negara menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi keseluruhan

Sementara itu, untuk penjualan dalam negeri yang merupakan komponen terbesar atau Big Number, jumlahnya mencapai USD34,1 miliar, diikuti dengan perdagangan bilateral USD27,6 miliar, FDI USD14,7 miliar, keuangan USD11,8 miliar dan penerimaan negara USD1,8 miliar.[oke]

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *