Kuartal II /2016, Pertumbuhan Ekonomi RI Diperkirakan Capai 5,1 Persen

 

ilustrasi

ilustrasi

Jakarta – Pada kuartal II /2016 pertumbuhan ekonomi RI diperkirakan mencapai 5,1 persen menyusul adanya pengaruh dari pertumbuhan kredit domestik.

Bahkan pertumbuhan kredit RI jika dilihat secara bulanan terus mengalami perbaikan, pada tahun lalu mulai 4,7 persen dan finis di 5,0 persen, lalu di tahun ini mulai 4,9 persen finis bisa 5 persen lebih.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan di kuartal kedua tahun ini di level 5,1 persen. Target tersebut dinilai sejalan dengan asumsi makro pertumbuhan ekonomi tahun ini di level 5,3 persen.

“Sebenarnya pertumbuhan ekonomi juga sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit domestik. Menurutnya pertumbuhan kredit Indonesia di tahun ini jika dilihat secara bulan berangsur membaik. Meskipun masih terbilang rendah,” katanya di Jakarta (24/7/2016).

Menurutnya pertumbuhan ekonomi jangan lihat year on year, namun dapat dilihat secara bulanan.

Pertumbuhan kredit, kata dia pada bulan April kira-kira 8 persen, Mei 8,45 persen, Juni 8,9 persen, naik kan. Begitu juga indikator lain, misalnya ekspor , ekspor kita dibandingkan tahun lalu ya masih turun.

Data antara pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kredit juga sebenarnya saling mempengaruhi. Namun jarak rilis dari kedua data tersebut berbeda sehingga belum bisa dilihat korelasinya,ulasnya.

Oleh sebab itu, dia menilai antara kredit meningkat dengan pertumbuhan ekonomi itu saling dukung, hanya saja data ekonomi RI selalu terlambat.

Data pertumbuhan untuk kuartal dua kan akan terbit mungkin pada awal minggu ketiga Agustus. Sedangkan data kredit sudah tahu sekarang. Tapi permintaan akan kredit masih belum cukup besar, Namun datanya sudah mulai membaik,” tandasnya.[red]

 

 

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *