Pemerintah Kaji Porsi FLPP Sebesar 60 : 40

imagesJakarta – Pemerintah akan mengkaji besaran porsi dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi sebesar 60:40 dari sebelumnya 90:10.

Direktur Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Budi Hartono mengungkapkan, usulan tersebut datang dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa.

“Sarannya Pak Harso 90:10 itu terlalu besar, makanya kita kaji mungkin 60 berbanding 40 persen, kalau dengan porsi ini pelayanannya akan jauh lebih banyak,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Artinya, Budi menjelaskan, besaran dana FLPP yang disalurkan pemerintah nantinya sebesar 60 persen, sedangkan pengembang perumahan sebesar 40 persen.

“Nanti kita akan bahas jadi pada saat ditetapkan bunga 5 persen BI Rate sekarang sudah 6,5 persen jadi perlu dilakukan revisi bisa turun porsinya,” tuturnya.

Namun kata dia, berapa besarannya akan disimulasikan lebih lanjut setelah dilakukannya pembicaraan dengan perbankan dan pengembang properti. Menurut dia, sementara idealnya adalah sekira 60:40 persen.

“Sekarang ini kan 90:10 kan ini artinya porsi pemerintah sangat besar, nah kalau 60 bisa satu setengah kali lah dibandingkan 90. Ini bervariasi, pernah juga 80:20 pernah juga 75:25 tergantung BI Rate, cost fund, sama kondisi ekonomi,” paparnya.

Untuk sekadar diketahui, tahun ini pemerintah mengganggarkan Rp3,6 triliun untuk penyaluran FLPP untuk membantu pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga pertengahan 2016, dana yang terserap sudah mencapai Rp3,2 triliun.[oke]

 

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *