PNM Ubah Wajah Desa Solear Kab. Tangerang Menjadi Sentra Kripik singkong

PNM Ubah Wajah Desa Solear Kab. Tangerang Menjadi Sentra Kripik singkong

Kabupaten Tangerang – Camilan ini begitu tersohor di seantero negeri.Tak heran, jika banyak orang yang menadah berkahdari potongan singkong tipis yang digoreng gurih ini. Salah satu sentra keripiksingkong berskala besar yang menyerap ratusan tenaga kerja terdekat dari Jakartaterdapat di desa Cikareo Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang Banten.

Hartono, pemilik UD. Dikari,produsen keripik singkong berkisah, tahun 2004 silam ada seorang warga yangmencoba mengolah singkong menjadi keripik. Produk buatan warga itu lantasmenjadi perbincangan ke beberapa kampung karena memang renyah dan gurih.

Takayal, warga sekitar pun lantas mengikuti jejak mengolah singkong menjadikeripik. “Kebetulan daerah kami adalahpenghasil singkong,” kata Hartono.

Melihat teman-temannya sukses membuat keripik, Hartono yang awalnya hanyasebagai agen penjual keripik, akhirnya terjun membuat keripik singkong pada2008. Dia mengusung merek Jawara dan Anugerah untuk produknya.

Dia mengaku, keripik singkong buatannya sudah sampai ke Tangerang dansekitarnya, Cengkareng, Tanjung Priok, Palmerah, Bintaro, Bekasi, Bogor danPekanbaru dengan beraneka ragam rasa seperti, rasa orginal, asin, cabe pedas,balado, kering dan basah serta yang terbaru rasa jeruk.Hartono juga melibatkan kerabatnyadalam berbisnis keripik singkong ini. Ada yang ikut bekerja dengannya membuatkeripik, ada pula yang menjadi agen penjual.

Diakui Hartono kesuksesan bisniskeripik singkong ini telah mengangkat perekonomian masyarakat desa Cikareo berkatbantuan PT.PermodalanNasional Madani(PNM) Persero.

Saya sangat berterima kasih pada PNMyang bukan hanya memberikam permodalan namum juga membimbing saya sehingga kripiksingkong Jawarah dan Anugrah bisa naik kelas dan berhasil mengubah wajah desaCikareo Solear menjadi lebih baik,ucap Hartono Bangga.

Cut Ria Dewanti Kepala DivisiPengembangan Kapasitas Usaha Dan Jasa Managemen PNM menuturkan UD. Dikari yang di pimpin Hartono satu dariribuan nasabah PNM yang telah mengapai sukses. Hartono melalui UD Dikarimenjadi nasabah PNM melalui program Mekaar.

PNMbukan hanya pemberian pinjaman modal kepada usaha informal dan UMKM namun PNMmenyediakan pendampingan dalam proses kegiatan usaha nasabah bersangkutan,menyangkut aspek teknis proses produksi,packing, pemasaran, dan keuangan,ujarCut Ria kepada awak media yang mengikutikunjungan ke Desa Cikareo Kecamatan Solear, KabupatenTangerang Banten Kamis (22/12).

Cut Ria menceritakan UD Dikari menjadinasabah PNM sejak tahun 2011, kala itu tempatberproduksi di lahan seluas 3 x 6 meterdengan karyawan sebanyak 15 orang.

Kini UD Dikari pimpinan bapakHartono sudah memiliki tempat produksi semi pabrik dengan luasan lahan 300meter serta jumlah karyawan lebih dari 200 orang, denganomzet Rp.600 juta setiap bulannya danmampu menghabiskan bahan baku singkong sebanyak 20 ton per bulan,tuturnya.

Cut Ria berharap dengan keberhasilanyang di capai Hartono dapat merangsang awak media untuk berwirausaha. Dengan mengusung tema Ayo KitaBerwirausahasaya berharap temen-teman media dapat mengikuti jejak bapak Hartono.

Jangan takut untuk bermulai berwirausaha,imbuh Cut Ria pada awak media.Caption: Cut Ria Dewanti Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas UsahaDan Jasa Managemen PNM dan Hartono saat melihat produk kripik Singkong Jawaragdan Anugrah di DesaCikareo Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang Banten.(he)

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *