• Indonesia
3 Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2021
Artikel

3 Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2021

Indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan hal yang penting untuk diketahui baik oleh pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, tanda-tanda ekonomi menguat atau menurun dapat diketahui dan diantisipasi.

Tanda-tanda perekonomian Indonesia mulai pulih pada triwulan II 2021 menguat setelah berbagai indikator menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa indikator ekonomi di seluruh negeri, dari produksi hingga penjualan aktual, tumbuh stabil di kuartal kedua. Pemerintah bahkan memperkirakan produk domestik bruto pada kuartal II 2021 akan melebihi 7%.

Sekretaris Kementerian Perekonomian Susiwijono Moegiarso sebelumnya menyatakan, sektor perekonomian terdalam berada pada triwulan II-2020, minus 5,32%. Dengan harga tetap, menjadi Rp 2,683 triliun pada kuartal I 2021 dan Rp 2,589 triliun pada kuartal II 2020.

Dengan mengacu pada persepsi ini, Susie tidak dapat menetapkan harga tetap kurang dari Rp 2.683 miliar pada kuartal kedua tahun 2021 atau mencapai harga tetap pada kuartal pertama tahun 2021. Pada triwulan II tahun 2020, pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2021 akan mencapai 6,3%.

Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2021

Bagaimana pemerintah dapat menetapkan pertumbuhan ekonomi membaik? Ini perlu diketahui, karena mungkin saja indikator yang berbeda menimbulkan persepsi berbeda.

Dalam proses pembangunan, indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia berikut mendukung pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2021.

1. Purchasing Managers Index (PMI)

PMI manufaktur Indonesia mencatat rekor baru untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Mei. PMI manufaktur Indonesia meningkat dari 54,6 pada April 2021 menjadi 55,3 pada Mei tahun lalu.

Febrio Nathan Kacaribu, Kepala Kebijakan Fiskal Perbendaharaan (BKF), mencontohkan rekor PMI tersebut disebabkan oleh peningkatan permintaan dan pengeluaran baru untuk sektor manufaktur (manufaktur).

Manufaktur merupakan sebuah badan usaha atau bisnis yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi dengan menggunakan modal tetap dan tidak tetap. Modal tersebut bisa berarti dana, peralatan dan mesin produksi, dan asset lain.

2. Indeks Penjualan Riil

Lebih dari setahun setelah pandemi Covid-19, penjualan ritel domestik akhirnya dapat mencapai hasil positif pada April 2021. Ini tentu menjadi hal yang menggemberikan, sebab ritel merupakan roda perekonomian bangsa Indonesia, di mana perputaran uang berlangsung lebih cepat dibandingkan sektor lain.

Menurut data Bank Indonesia (BI), indeks Realisasi Penjualan (IPR) untuk April 2021 adalah 220,4, naik 17,3% per bulan. Ini merupakan pertumbuhan positif pertama setelah 16 bulan berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif akibat penurunan permintaan akibat pandemi Covid 19.

Indeks Penjualan Riil menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia meningkat atau paling tidak cukup. Dengan demikian, sektor usaha di berbagai bidang terus bergerak maju.

3. Ekspor

Ekspor adalah penjualan produk dalam negeri atau Indonesia ke negara lain yang membtuhkannya.

Rekor ekspor Indonesia semakin kuat pada tahun 2021.

Hal ini sesuai dengan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia pada April 2021 mengalami surplus sebesar Rp 2,19 miliar atau Rp 31,3 triliun (kurs Rp 14.300/USD).

Direktur BPS Suhariyanto mengatakan surplus perdagangan April merupakan yang tertinggi pada 2021. Surplus ini disebabkan oleh permintaan produk nonmigas, terutama lemak dan minyak hewani dan nabati, serta bahan bakar mineral.

Demikian info yang dapat kami share tentang 3 indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021. Semoga info ini memberi Anda wawasan baru ya! Mari kita berperan serta dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia kita yang tercinta.

You can share this post!

Comments