• Indonesia
5 Subsektor Ekonomi Kreatif Ini Banyak Diminati Generasi Milenial
Ekonomi

5 Subsektor Ekonomi Kreatif Ini Banyak Diminati Generasi Milenial

Badan Ekonomi Kreatif merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang menaungi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Lembaga ini dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari Cewekbanget.id, sebanyak 16,91 juta jiwa masyarakat Indonesia memiliki pekerjaan utama di bidang kreatif. Bahkan jumlah tersebut terus meningkat sejak tahun 2015. Sedangkan, jumlah ekonomi kreatif itu sendiri, yaitu 8,2 juta.

Dengan angka yang cukup tinggi tersebut, tidak heran jika industri kreatif mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, yaitu menyumbang sekitar Rp. 990 triliun di tahun 2017 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 17,4%. Di tahun 2019, sektor ini diperkirakan menyumbang Produk Domestik Bruto atau PDB sebanyak Rp. 1041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2%.

Indonesia tentu akan memanfaatkan Ekonomi Kreatif dengan 14 subsektornya sebagai salah satu pilar ekonomi Negara tanah air. Dari ke 14 subsektor tersebut, setidaknya ada lima subsector yang paling diminati masyarakat khususnya milenial untuk mengembangkan industri kreatif di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

1. Fashion

Fashion menjadi salah satu subsector ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi yang cukup tinggi. Industri yang satu ini bahkan diangap sebagai pelopor perkembangan industri kreatif di Indonesia. Saat ini, bidang fashion menjadi begitu diminati khususnya oleh generasi milenial. Mereka mampu menciptakan tren positif di bidang fashion, salah satunya ditunjukan event fashion, baik untuk skala nasional maupun internasional.

Untuk mendukung terciptanya industri fashion yang berkembang, dibutuhkan edukasi mengenai fashion yang lebih berkualitas, salah satunya dengan cara mendirikan sekolah mode.

2. Kuliner

Selain industri fashion, kuliner juga menjadi subsektor ekonomi kreatif yang turut diminati oleh milenial. Potensi kuliner Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Subsektor yang satu ini mampu menyumbang sebesar 41,4% dari total kontribusi ekonomi kreatif. Dengan demikian, bisa turut membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Bidang kuliner sebaiknya terbuka dengan inovasi teknologi agar tidak tergerus oleh zaman. Jika berminat untuk membuat sebuah bisnis kuliner, Anda bisa memanfaatkan program Food Start Up yang diselenggarakan oleh Bekraf. Melalui program ini, pelaku industri kuliner bisa dengan mudah mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern.

3. Musik

Memasuki era digital, industri musik berpotensi berkembang lebih pesat dibandingkan dengan pada saat era rekaman fisik. Dengan adanya fitur streaming musik, masyarakat mulai berpaling dari pembajakan. Saat tren pembajakan sudah meredup, royalty bagi para pemusik pun mulai mengalami peningkatan. Dengan demikian, para musisi bisa mendapatkan masa depan yang cerah dan mendistribusikan karyanya di Indonesia dan luar negeri.

4. Fotografi

Fotografi merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang cukup familiar di kalangan anak muda. Industri yang satu bisa menjadi hobi yang menyenangkan bagi kaum milenial. Lebih dari itu, fotografi juga bisa dijadikan sebagai pekerjaan, sehingga Anda berpeluang untuk menghasilkan pendapatan dalam jumlah yang besar.

5. Film, Animasi, dan Video

Selain fotografi, film, animasi, dan video juga menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang diminati oleh kalangan milenial. Hal ini disebabkan karena potensi penonton Indonesia sendiri yang cukup besar. Selain itu, industri perfilman Indonesia baru-baru ini akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, dan produksi film dalam negeri pun terus meningkat.

Itulah lima subsektor ekonomi kreatif yang banyak diminiati kalangan milenial. Jika Anda merupakan calon pelaku industri kreatif, subsektor mana yang akan Anda pilih?

 

You can share this post!

Comments