• Indonesia
Alasan Bisnis Properti Indonesia Masih Menarik Bagi Perusahaan Asing
Properti

Alasan Bisnis Properti Indonesia Masih Menarik Bagi Perusahaan Asing

Indonesia menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan asing untuk pengembangan bisnis properti. Tercatat puluhan pengembang atau developer asing telah melakukan ekspansi lewat berbagai proyek properti seperti hunian, perkantoran, kawasan industri, hingga pusat perbelanjaan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Ekspansi yang dilakukan pengembang asing di Indonesia diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Pasalnya, sebagian besar dari mereka sulit untuk melakukan ekspansi di negara asalnya dan Indonesia dinilai masih punya potensi pasar yang sangat luas.

"Sudah banyak developer asing yang melakukan penetrasi ke Indonesia. Developer asal Jepang dan China masih akan mendominasi. Developer Jepang sudah terlebih dahulu melakukan penetrasi ke Indonesia dan selama ini punya track record cukup baik," kata Dani Indra Bhatara, Vice President Coldwell Banker.

Proyek yang dimaksud adalah pembangunan Apartemen Daan Mogot City dengan nilai 300 juta dolar AS (Amerika Serikat) besutan China Communication Construction Group (CCCG) serta pengembangan kota mandiri seluas 60 hektar di Cikupa oleh China Fortune Land Development (CFLD) berlabel Swan City dengan nilai investasi 500 juta dolar AS.

"Mereka juga unggul karena adanya persepsi positif dari masyarakat terhadap kualitas Jepang. Untuk developer asal China, mereka bisa dibilang agresif. Hal itu bisa dilihat dari beberapa proyek yang mereka garap di Cikupa, Tangerang dan Daan Mogot, Jakarta Barat," kata Dani.

Diperkirakan, developer asal China yang ekspansi ke Indonesia akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kelas menengah yang tinggi. Kemudian dinilai kehadiran developer asing di Indonesia tentu menjadi tantangan tersendiri bagi developer lokal.

Reputasi baik, kemampuan, keberanian, inovasi dan besarnya modal yang dimiliki sangat mungkin menyaingi developer lokal berskala besar yang punya reputasi baik di mata masyarakat," Kehadiran mereka tetapi tidak sepenuhunya dianggap sebagai ancaman kerja karena jumlahnya masih terbatas dan umumnya bermain di segmen menengah ke atas," kata Dani.

Dikatakan developer lokal perlu melihat mereka sebagia pesaing untuk memacu kinerja agar bisa memberikan produk yang lebih baik bagi masyarakat terutama di segmen kelas menengah ke bawah yang saat ini sudah mulai diliri properti asing.

Developer lokal juga bisa memanfaatkan pengembang properti asing untuk meningkatkan permodalan, reputasi baik dan inovasi agar bisa semakin berkembang dan bertahan di tengah ketatnya persaingan.

Dikatakan ekspansi yang dilakukan developer asing di Indonesia bukanlah ancaman bagi developer lokal.

"Beberapa di antarnaya malah bekerja sama dengan developer lokal yang tentunya dapat menguntungkan developer lokal baik secara bisnis maupun transfer og knowledge," kata Dani.

Ekspansi itu merupakan hal yang wajar di era globalisasi saat ini. "Developer Indonesia juga banyak kok yang melakukan ekspansi ke luar negeri, jadi bisa dibilang wajar dan saling menggairahkan pasar," ungkap Anton Sitorus, Direktur sekaligus Bidang Riset dan Konsultan Savills.

You can share this post!

Comments