• Indonesia
Alasan Harus Hati-hati dengan Investor Asing
Investasi

Alasan Harus Hati-hati dengan Investor Asing

Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 730,7 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli di antaranya TLKM, BMRI, ASII, BBCA dan BBRI. Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai pembangunan infrastruktur dilakukan sangat hati-hati apabila dilakukan kerja sama baik dari sisi investasi maupun pengoperasian dengan asing.

Saat ditemui dalam kunjungan kerjanya di Bogor dan Sukabumi, Budi mengatakan kalau pun dikerjasamakan dengan asing, aset tetap dimiliki negara dan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri tetap dominan. "Jadi dalam kerja sama itu kita sangat berhati-hati, kalau pun ada itu konsesi kita tetap mayoritas dan kita lakukan pada kegiatan-kegiatan yang tidak membahayakan," katanya.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan tender untuk kerja sama badan usaha (KPBU) di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur di mana kerja sama tersebuet terbuka bagi swasta mana pun, baik nasional maupun asing.

Pelabuhan yang dimaksud adalah Tanjung Priok di aman perusahaan yang mengoperasikan terminal kargo. "Itu pun kita minta agar lokal tetap mayoritas kalau pun sekarang ini ada pelabuhan yang kerja sama dengan asing, cuma ada di Jakarta," kata Budi.

Terminal kargo itu Jakarta Internasional Cargo Terminal (JICT) sebagian besar sahamnya diikuti oleh perusahaan asing asal Hong Kong, yaitu Hutchison Port Holding Group (HPH). Saham mayoritas dimiliki Hutchison Port Holding Group (HPH Group) yaitu sebesar 51 persen, sisanya 48,9 persen dimiliki Peilndo II dan 0,1 persen dimiliki Koperasi Pegawai Maritim.

Selain itu, Budi menambahkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga pernah dikerjasamakan dengan Dubai Port World di PT Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS). Dia berpendapat kerja sama asing di berbagai negara biasa dilakukan dengan skema business to business, seperti navigasi penerbangan di Bandara Hearhrow I, London, Inggris yang dioperasikan oleh perusahaan swasta.

Selanjutnya, ia akan mengerjasamakan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. "Kualanamu juga kita lagi diskusi untuk konsensi, tapi juga terbatas pada sumber daya manusia. Kita tahu persis mana yang mesti kita kerjasamakan, mana yang menjaga kedaulatan negara," kata Budi.

Sementara itu, nilai beli bersih investor asing di instrumen surat berharga negara (SBN) sepanjang kuartal pertama 2019 sudah berhasil melampaui nilai beli bersih sepanjang 2018 lalu. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kementerian Keuangan, nilai beli bersih investor asing di pasar SBN, baik itu pada Surat Utang Negara (SUN) maupun sukuk negara (SBSN) sudah  mencapai Rp 73,87 triliun sepanjang kuratal 1/2019.

You can share this post!

Comments