• Indonesia
Alasan Klub Sepakbola Indonesia Melantai di Bursa Saham
Bisnis

Alasan Klub Sepakbola Indonesia Melantai di Bursa Saham

Klub sepakola di Indonesia dinilai berpotensi melantai di bursa saham. Peluang penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) berkaca dari prospek saham sepakbola di mancanegara. "Saham sepakbola luar negeri abgus banget karena di samping itu ada pendapatan merchandise. Jadi ngga hanya bola saja, tapi lihat secara keseluruhan," ujar Inarno Djajadi, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, pendukung sepakbola di Indonesia terbilang banyak sehingga pasar sepakbola dinilai menjanjikan. "Meski pangsa pasar Manchester United berbeda, tapi pemirsa dan fans kita nggak kalah loh. Fans Persija, Persib, kan banyak sekali. Luar biasa potensinya," ujar Inarno.

Ada pun sampai dengan hari ini, baru satu klub sepakbola yang menyatakan minat untuk menjadi perusahaan terbuka di bursa saham. "Baru satu yang minat, yang lain, saya belum lihat lagi informasinya," pungkas Inarno.

Sementara itu, PT Bali Bintang Sejahtera, badan usaha yang membawahi klub sepakbola, Bali United, akan melepas saham atau IPO sekitar 33,3 persen apda 2019. Perseroan dikabarkan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek IPO Bali United.

Pihaknya bahkan telah memberikan dokumen proses IPO ke regulator pada Jumat (22/2) pekan lalu. Dalam proses IPO ini, perseroan memakai laporan keuangan Desember 2018. "Iya mereka lepas 33,33 persen saham. Jumat sudah submit dokumen ke regulator," ujar Oktavianus Budiyanto, Direktur Utama PT Kresna Sekuritas.

Dana IPO tersebut akan digunakan investasi dan modal kerja. Rencananya, paparan publik akan disampaikan pada pekan depan. Bal United siap untuk IPO mengingat industri punya prospek bagus ke depan. Ini dilihat dari jumlah dan fanatisme penonton sepakbola.

Bila Bali United mencatatkan saham di BEI, ini akan menjadi klub sepakbola pertama yang lepas saham ke publik di Indonesia. "Kalau tidak salah, ini malah kedua di Asia setelah klub di China Evergrande, milik taipan Alibaba," kata Oktavianus.

CEO Bali United, Yabes Tanuri, menyebut bahwa rencana untuk melantai di bursa saham telah lama dicanangkan. Apalagi banyak pendukung Bali United yang mendesak kapan klub sepakbola ini akan IPO. "Kenapa mau IPO? Banyak yang nanyain juga ke saya. Fans nanya menengai angka, mengenai ini, jadi saya pikir kalau mau terbuka, terbukalah sekalian," tutur Yabes.

Bali United sudah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dari rencana IPO. Namun dia belum memaparkan kapan perseroan tepatnya melakukan IPO. "Kita masih ngobrol dengan PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital. Waktunya sendiri pun kita masih tunggu," ujar Yabes.

You can share this post!

Comments