Perluas Jaringan, BPJS Ketenagakerjaan Terbitkan Co- Branding KARTUNU Anggota NU

Jakarta – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menandatangani nota kesepahaman dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam rangka menerbitkan co-branding Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU).

Kartu tersebut gunanya untuk meluaskan kepesertaan ketenagakerjaan sampai ke seluruh pelosok dan menjadi salah satu pokok bahasan meluaskan perlindungan ketenagakerjaan melibatkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan keanggotaan 91,2 juta jiwa nahdliyin.

‎”Kedepan kita akan co-branding Kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu),” katanya usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (15/6/2016index).

Hadir juga dalam acara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris dan Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antarlembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis.

‎Agus Susanto mengatakan, perlindungan jaminan sosial merupakan implementasi pasal 34 UUD 1945 bagi seluruh warganegara, dimana ada dua sistem yang mewarnai yaitu, asuransi sosial dan tabungan sosial.

‎Upaya melibatkan PBNU dalam mensosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi langkah yang strategis, mengingat besarnya peranan PBNU dalam mengayomi umatnya.

“PBNU memegang peranan penting mengayomi dan mengedukasi umatnya sampai ke ke daerah pelosok,” kata Agus yang mengaku dibesarkan di lingkungan Nahdliyin di daerah Tulungagung.

Agus juga mengungkapkan, problem mendasar ketenagakerjaan di Indonesia yang berjumlah 122 juta pekerja adalah karakternya sangat variatif.

Dari jumlah 122 juta pekerja, mereka yang berpendidikan SLTA atau dibawahnya berjumlah 90 juta pekerja. Adapun yang berpendidikan SLTA atau diatasnya berjumlah 30 juta. Sementara itu, pekerja yang lulus SD dan dibawahnya berjumlah 51 juta pekerja.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan, dengan struktur masyarakat yang banyak didominasi warga NU, terbukti banyak program nasional seperti Keluarga Berencana (KB) yang berhasil setelah melibatkan kepengurusan dan keluarga besar NU.

Ditambahkannya, hal itu sejalan dengan PBNU yang akan meningkatkan kualitas hidup umat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekononi umat. Untuk itu, PBNU berencana menerbitkan kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) pada 27 Juni 2016. [red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *