• Indonesia
Balasan China Terhadap Donald Trump
Berita

Balasan China Terhadap Donald Trump

China menyatakan bakal melakukan tindakan balasan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan tarif baru terhadap impor barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS. Tarif baru ini akan berlaku mulai pekan depan.

Kementerian Perdagangan China menyatakan tidak punya pilihan lain kecuali melakukan tindakan balasan kepada AS. Ini dilakukan guna melindungi hak dan kepentingan China serta perdagangan bebas global. Meski demikian, pihak Kementerian Perdagangan China tidak menyebut apapun terkait ancaman sebelumnya.

China mengancam bakal menerapkan tarif untuk impor barang dari AS senilai 60 miliar dolar AS. "AS bersikeras untuk menaikan tarif yang membawa ketidakpastian baru terhadap konsultasi di antara kedua negara," ujar juru bicara dari Kementerian Perdagangan China.

Akan tetapi, China mengurangi tingkat tarif yang akan ditagih pada produk tersebut. "China dipaksa untuk menanggapi unilateralisme (keputusan sepihak) dan proteksi perdagangan AS dan tidak punya pilihan selain menanggapi dengan tarifnya sendiri," tutur Kementerian Keuangan China.

China akan memungut tarif pada total 5.207 produk AS antara 5 sampai 10 persen, bukannya tarif yang disusulkan sebelumnya, yaitu antara 5 persen, 10 persen, 20 persen dan 25 persen. Bahkan sebagian produk tetap tidak berubah dari rencana sebelumnya.

Selain itu, China akan menerakan tarif 10 persen untuk produk AS yang sebelumnya ditetapkan untuk tarif 20 persen dan 25 persen dan 5 persen tarif untuk barang-barang yang sebelumnya di bawah tarif 5 persen dan 10 persen.

Adapun barang-barang yang sebelumnya dinyatakan terkena tarif 20 sampai 25 persen termasuk produk seperti gas alam cair dan bijih mineral hingga kopi dan berbagai jenis minyak nabati. Barang-barang itu sekarang akan dikenakan pajak 10 persen.

Barang yang sebelumnya ditandai di bawah kategori 10 persen termasuk produk seperti sayuran beku, bubuk coklat dan produk kimia. Produk-produk itu sekarang akan dikenakan pajak 5 persen. Departemen Keuangan China sempat mengatakan akan merespon lebih lanjut jika AS bersikeras menaikan tarif impor.

Sebelumnya, bea masuk impor yang lebih tinggi akan berlaku untuk hampir 6.000 item produk China ke AS. Di antaranya tas, beras dan tekstil akan dimasukan. Tapi beberapa barang yang sebelumnya menjadi sasaran seperti jam tangan cerdas telah dikeluarkan.

Peneraan tarif ini akan berlaku pada 24 Septembre mendatang. Mulai dari 10 persen dan meningkat menjadi 25 persen dari awal tahun depan kecuali ada kesepakatan baru antar kedua negara itu. Trump mengatakan pengenaan tarif terbaru ini merupakan respons terhadap praktik perdagangan tidak adil China termasuk subsidi dan aturan yagn mengharuskan perusahaan asing di beberapa sektor untuk mendatangkan mitra lokal.

"Kami sudah sangat jelas mengenai jenis perubahan yang harus dilakukan dan kami telah memberi semua peluang kepada China untuk memperlakukan kami lebih adil. Tapi sejauh ini, China tidak bersedia mengubah praktiknya," kata Trump.

You can share this post!

Comments