• Indonesia
Begini Situasi Wall Street Jelang Kenaikan Tarif Impor China
Berita

Begini Situasi Wall Street Jelang Kenaikan Tarif Impor China

Indeks-indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) terperosok di zona merah pada perdagangan kemarin, Senin (17/9) setelah Donald Trump, Presiden AS, mengatkan pengumuman terkait perdagangan AS dengan China akan dilakukan setelah penutupan pasar. Penurunan tajam saham beberapa raksasa teknologi di Wall Street ikut memperdalam pelemahan pasar.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,35 persen menjadi 26.062,12 karena pelemahan Apple dan Boeing. Nasdaq Composite anjlok 1,4 persen dan ditutup di 7.895,79 serta menyentuh level terendahnya sejak 27 Juli karena turunnya saham-saham Amazon, Apple dan Micron. S&P 500 terkoreksi 0,6 persen ke posisi 2.888,8 dan mengakhiti yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Trump mengatakan ia sangat menghormati Presiden China, Xi Jinping, namun defisit dagang AS terlalu besar. Komentar tersebut muncul setelah penasihat ekonomi Trump, Larry Kudlow, mengatakan bahwa Trump tidak puas dengan pembicaraan perdagangan dengan China. "Kita tidak dapat membiarkannya lagi," kata Trump seperti dikutip dari CNBC International.

Trump pun menyarankan pengenaan tarif impor sebesar 200 miliar dolar AS barang-barang China. Saham Apple pun terjun bebas 2,6 persen di tengah kecemasan perusahaan ini akan terjebak di tengah perang dagang. "Ia tidak puas dengan pembicaraan dengan China mengenai hal ini. Tebakan saya adlaah pengumumannya akan terjadi segera," kata Kudlow. 

China adalah salah satu pasar terbesar Apple. Raksasa teknologi ini bulan lalu telah mengatakan tarif impor terahadap produk-produk China dapat berdampak buruk pada bisnisnya. Saham Boeing juga anjlok 1 persen. Perusahaan ini adalah pemain ebsar dalam perdagangan global dan memiliki eksposur yang besar terhadap pasar luar negeri.

Saham konsumen disrectionary dan teknologi mencetak penurunan terbesar karena investor terus berhitung mengenai dampak dari penerapan kebijakan yang diambil Trump tersebut. Wall Street memperpanjang kerugiannya menjelang pengumuman tarif setelah Trump menegaskan keyakinannya bahwa defisit perdagangan AS dengan China terlalu besar.

Barang-barang asal China yang akan dikenakan tarif impor tambahan di antaranya adalah produk-produk teknologi dan elektronik, papan sirkuit dan barang-barang konsumer seperti makanan laut, mebel, produk lampu, ban, bahan-bahan kimia, plastik, sepeda dan jok mobil khusus untuk bayi.

Sebelumnya, China bersumpah tidak akan tinggal diam menghadapi perselisihan perdagangan yang terus meningkat, menambah semakin panasnya tensi perang dagang antara kedua negara. "Ini adalah yang keenam atau ketujuh kalinya kami berbicara tentang putaran tarif khusus ini. Trump merasa nyaman menaikan tarif, dia yakin dia menang," kata Paul Nolte, Manajer Portofolio Kingsviwe Asset Management.

Saham Amazon.com (AMZN.O) memimpin penurunan di sektor saham konsumen sebesar 3,2 peren. Momentum saham raksasa teknologi yang tergabung dalam FAANG termasuk Netflix (NFLX.O), Facebook (FB.O) dan Google-parent Alphabet (GOOGL.O) ditutup turun antara 1,0 persen dan 3,9 persen.

You can share this post!

Comments