• Indonesia
Berikut Strategi Kementerian untuk Menyiasati PPnBM
Berita

Berikut Strategi Kementerian untuk Menyiasati PPnBM

Pemerintah kembali mengutak-atik skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor roda empat. Skema kali ini menguntungkan bagi mobil listrik, tapi tidka untuk mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC).

Mobil LCGC yang sebelumnya PPnBM 0 persen, kini justru dikenakan sebesar 3 persen. Hal itu lantaran skema baru nantinya prinsip pengenaan PPnBM tak lagi berdasarkan kapasitas mesin cc, tapi berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan.

Dalam skema saat ini, besaran pengenaan PPnBM untuk mobil berdasarkan cc. "Terkait dengan KBH2, memang kalau dia tetap menggunakan emisi seperti sekarang dan euro 2, dia kena 3 persen," kata Menteri Perindustrian.

Semakin besar cc-nya, maka semakin besar pengenaan pajaknya. Sementara dalam perubahan skema yang diusulkan Kementerian Keuangan, prinsip pengenaan PPnBM berdasarkan emisi CO2. Semakin rendah emisinya, maka akan semakin rendah pajak yang dikenakan.

LCGC sendiri masuk dalam kategori Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Tembakau (KBH2). Dalam peraturan yang berlaku saat ini, mobil tipe KBH2 tidak kena PPnBM. Nantinya, akan dikenakan PPnBM lantaran mengandung emisi Co2.

Sebaliknya, perubahan skema itu akan memanjakan industri mobil listrik di tanah air dengan membebaskan PPnBM lantaran tidak memiliki emisi CO2. "Tetapi kalau dia memperbaiki itu, maka nanti dia akan turun dan mereka sudah kami panggil semua dan mereka menyiapkan engine yang lebih ramah lingkungan yang bisa konfirm terhadap program ini," tambahnya.

Pemerintah akan mengubah skema pajak PPnBM kendaraan bermotor roda empat. Ditargetkan perubahan skema tersebut akan berlaku pada 2021. Adapun perubahan skema PPnBM meliputi dasar pengenaan, pengelompokan kapasitas mesin, pengelompokan tipe kendaraan, prinsip pengenaan, hingga program insentif.

Pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan para pelaku industri dengan cukup insentif. Pemberlakuan tahun 2021 bertujuan agar para pelaku industri automotif dapat melakukan persiapan. "Kami memberikan waktu kepadapara pelaku industri agar memiliki adjusment. Jadi dalam dua tahun ini, disepakati supaya mereka mempunyai waktu yang cukup dalam strategi membangun mobil listriknya," ujar Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia.

Ada lima perubahan dalam skema PPNBM kendaraan bermotor roda empat. Pada skema perubahan, pengenaan pajak didasari oleh konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi CO2. Selain itu, pengelompokan kapasitas mesin tidak lagi berdasarkan yang menggunakan jenis bahan bakar seperti minyak dan gas yang menjadi banyak kelompoknya.

Nanti hanya berdasarkan cc mesin, yakni di bawah 3.000 cc dan di atas 3.000 cc. "Untuk tipe kendarana, sekarang dibedakan sedan dan non sedan. Nanti disusulkan perubahan tidak lagi membedakan antara sedan dan non sedan," kata Sri.

You can share this post!

Comments