• Indonesia
Berkolaborasi dengan Believe, Likee Manjakan Pengguna dengan Menghadirkan Jutaan Lagu
Berita

Berkolaborasi dengan Believe, Likee Manjakan Pengguna dengan Menghadirkan Jutaan Lagu

Dengan adanya banyak pilihan lagu untuk bernyanyi dan menari, masyarakat bisa lebih leluasa untuk memilih lagu kesukaannya. Ini tentu saja hanya bisa didapatkan melalui aplikasi Likee yang baru-baru ini berkolaborasi dengan Believe, salah sati platform penyedia layanan musik terbesar di dunia. Dengan adanya kolaborasi yang sudah diresmikan pada 28 Juni 2020, masyarakat bisa mengakses jutaan lagu yang tersedia pada aplikasi.

Likee merupakan salah satu platform ternama asal Singapura yang dikembangkan oleh BIGO Technology khusus untuk mengeksplorasi dan membuat video pendek pada ponsel. Likee menyediakan fitur pembuatan video sekaligus pengeditan yang mumpuni dengan 2.000 efek video. Selain itu, Likee juga memberikan fitur percakapan antar pengguna melalui gamifikasi tampilan dan interaksi.

Saat ini, Believe memiliki 1.200 karyawan yang beroperai di 45 negara dan menyalurkan lebih dari sepertiga total lagu digital yang ada di seluruh dunia. Kerjasamanya meliputi pasar utama Likee seperti Rusia, Inggris, Amerika Serikat, Mesir, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Indonesia.

"Dalam kolaborasi ini, kami menggandeng generasi muda yang turut menjadi bagian dalam penciptaan, distribusi, dan konsumsi musik bersama Likee," kata Gideon Mountford, Head of Digital, Believe.

“Kolaborasi ini tidak hanya berupa kesepakatan lisensi satu arah, tetapi lebih dari itu. Artis dan musisi kami juga turut berkontribusi pada platform Likee,” tambahnya.

Untuk sebuah platform pembuatan video pendek yang juga berperan sebagai salah satu pemain utama dalam market seperti Likee, globalisasi selalu dicapai melalui lokalisasi. Kolaborasi yang baru diumumkan ini adalah langkah strategis kedua belah pihak untuk mencapai win-win situation dengan menawarkan konten global kepada pengguna lokal begitupun sebaliknya.

“Kami senang bisa berkolaborasi dengan Believe. Ini tentu saja sejalan dengan misi Likee, yaitu ‘Saatnya Kamu Bersinar’. Kami yakin pustaka musik yang semakin beragam bisa membantu pengguna dalam memaksimalkan potensi dan kreativitas mereka,” ucap Vice President, BIGO Technology.

“Mengingat konten video pendek semakin diminati di seluruh dunia, kami bangga karena platform ini tidak hanya menghibur para pengguna, tapi juga menyatukan para influencer, brand, dan organisasi sebagai ekosistem bisnis yang kian berkembang.”

Likee merupakan platform global terkemuka yang berbasis di Singapura untuk menonton sekaligus membuat konten video pendek. Dilengkapi dengan fitur pengeditan dan pembuatan video yang mendukung kreativitas pengguna, platform ini menyediakan lebih dari 2.000 efek video.

Likee juga menciptakan peluang bagi semua orang agar bisa bersinar, yaitu tidak hanya dilihat atau didengar saja. Fitur Likee juga untuk mendorong koneksi dan percakapan di antara pengguna melalui gamifikasi tampilan dan interaksi.

Platform yang satu ini pertama kali dirilis pada Juli 2017 dan sekarang menjadi salah satu media sosial yang paling banyak diunduh di dunia berdasarkan laporan Sensor Tower di Kuartal I-2020. Likee juga menduduki peringkat pertama dalam deretan “Top 10 Breakout Apps” menurut laporan App Annie’s tahun 2019. Likee: Saatnya Kamu Bersinar.

Sedangkan Believe merupakan perusahaan penyedia platform musik digital ternama di dunia yang mendukung seniman dan label untuk membangun audiens dan karir dalam perjalanan mereka.

Believe merupakan salah satu perusahaan teknologi terbaik di kelasnya yang menyediakan layanan distribusi global dan pemasaran digital kepada para partner. Dengan lebih dari 1.200 profesional yang beroperasi di 45 negara, saat ini Believe memiliki beberapa brand, label, dan perusahaan termasuk Believe Distribution, TuneCore, Nuclear Blast, Naïve, AllPoints.

 

You can share this post!

Comments