• Indonesia
Binakarya Kini Lebih Fokus Ke Proyek Bisnis Tapak
Properti

Binakarya Kini Lebih Fokus Ke Proyek Bisnis Tapak

Tahun 2018 memang menjadi tahunnya para pebisnis bidang properti. Bagaimana tidak sepanjang kuartal pertama di tahun 2018 ini banyak pengusaha properti yang sudah mendulang keuntungan hingga triliunan rupiah. Bahkan keuntungan ini sudah mereka rasakan sejak di mulainya tahun 2018 kemarin. Sehingga banyak pengusaha yang mengatakan bahwa tahun 2018 ini memang menjadi tahunnya para pengusaha properti. Tidak hanya di awal tahun serta di kuartal pertama tahun 2018. Pesatnya penjualan properti di prediksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2018 mendatang. Prediksi ini dinyatakan karena melihat perkembangan penjualan properti yang kini masih mengalami kenaikan sangat signifikan.

Perkembangan penjualan dalam bidang properti yang pesat ini juga di manfaatkan oleh perusahaan besar PT Binakarya Jaya Abadi Tbk. Seperti yang di lansir dari Kontan.co.id jika kini Binakarya akan lebih fokus terhadap pembuatan proyek Landed House di bandingkan dengan proyek high rise. Fokus yang di lakukan oleh pihak Binakarya terhadap proyek landed house akan berlangsung selama tahun 2018 ini hingga berakhirnya tahun 2018. Ini karena proyek landed house sudah terbukti memberikan penghasilan yang sangat fantastis jika di bandingkan dengan proyek high rise yang pasarannya belum pulih kembali ke harga normal. Oleh karena itu untuk mencapai keuntungan yang maksimal Perusahaan Binakarya lebih memilih untuk fokus ke proyek landed house terlebih dahulu.

Tahun 2018 ini PT Binakarya Jaya Abadi Tbk akan lebih fokus terhadap pemasaran dan penjualan proyek palm 3 residence dan palm blossom. Hal ini sama seperti yang di sampaikan oleh sekretaris PT Binakarya Jaya Abadi Tbk, Andi Erdiana Salim yang mengatakan jika tahun ini perusahaan Binakarya akan lebih fokus terhadap pemasaran proyek The Palm 3 Residence dan Palm Blossom. Ini karena tingkat pembelian rumah tapak lebih tinggi di bandingkan dengan tingkat pembelian apartemen meski pasokan nya sama banyak. Hal ini bisa terjadi karena apartemen masih banyak backlognya di bandingkan dengan landed sehingga lebih cepat terjual.

Perbedaan jauh larisnya pemasaran antara rumah dengan apartemen dapat di lihat dari data yang di miliki oleh PT Binakarya Jaya Abadi Tbk. Di mana di data tersebut terdapat perbandingan yang menyatakan jika penjualan dua apartemen milik perusahaan yang sering di namai BIKA ini masih belum menunjukan penjualan yang tinggi. Dua proyek apartemen yang di miliki oleh BIKA adalah Foresque Apartemen dan Paradise Mansion. Untuk penjualannya sendiri Foresque Apartemen belum mencapai angka 45% dari 640 unit apartemen yang di buat. Sedangkan untuk Paradise Mansion sendiri dari 1500 unit apartemen baru terjual sekitar 50%. Penjualan yang sedikit tentunya jika di bandingkan dengan proyek hunian jenis lain.

Selain fokus terhadap penjualan rumah tapak kini PT Binakarya Jaya Abadi Tbk juga fokus terhadap penjualan proyek hotel. Sebenarnya BIKA sendiri memulai bisnis perhotelan sudah sejak 2017 tepatnya di kuartal ke tiga tahun tersebut dan sudah mengoperasikan sendiri proyek hotelnya yaitu Bogor Valley Hotel. Selain hotel yang terletak di Bogor ini, BIKA juga memiliki proyek dua hotel lagi yang terletak di Bali. Tetapi sayangnya penjualan dari hotel di Bali ini belum menunjukan hasil yang lebih seperti hotel yang ada di Bogor. Meski begitu BIKA tahun ini akan tetap fokus untuk mengembangkan hotelnya yang di Bali.

{literal} {/literal}
Binakarya akan lebih fokus terhadap pembuatan proyek Landed House di bandingkan dengan proyek high rise

You can share this post!

Comments