• Indonesia
Bingung Hitung Cicilan KPR Bersubsidi? Ini Simulasinya
Artikel

Bingung Hitung Cicilan KPR Bersubsidi? Ini Simulasinya

Saat mengajukan KPR, biaya yang harus dikeluarkan bukan hanya uang muka, tapi ada juga biaya lain yang cukup besar harus dipersiapkan. Mempersiapkan biaya KPR sama pentingnya dengan mempersiapkan dana untuk uang mukanya. Jangan sampai pengajuan KPR yang telah disetujui menjadi sia-sia dan terhambat. Atau bahkan batal karena belum mempersiapkan untuk biaya KPR.

Biaya KPR adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama proses pengajuan KPR untuk keperluan administrasi bank dan notaris. Biaya ini harus dibayarkan setelah dinyatakan lolos KPR agar proses akad Kredit KPR dengan notaris bisa segera dilaksanakan. Setelah akad KPR berlangsung, secaralegal telah menjadi pemilik rumah dan bisa segera ditempati.

Masyarakat lebih mengenal biaya dengan nama akad kredit KPR. Tapi jika dijabarkan, ada sekitar 10 rincian biaya KPR yang termasuk di dalamnya antara lain biaya notaris, APHT, BPHTB, penilaian atau appraisal, administrasi, proses, provisi bank, angsuran pertama, premi asuransi kebakaran dan premi asuransi jiwa. Terlepas dari bank yang digunakan untuk pengajuan KPR, jenis-jenis biaya tiap bank hampir sama dan berlaku bukan hanya nutuk rumah baru, tapi jjuga untuk biaya KPR rumah bekas.

Biaya Notaris

Pengurusan berbagai dokumen seperti Akta Jual Beli (AJB), perjanjian KPR dan dokumen legal lainnya dibutuhkan Pejabat Notaris. Biaya notaris KPR inilah yang nantinya digunakan untuk membayar jasa kepengurusan dokumen-dokumen tersebut. Setiap proses pengajuan KPR besarnya biaya notaris tidak sama, tergantung kepada jumlah plafond yang diberikan bank dan lokasi rumah. Biaya notaris untuk rumah yang berdomisili di Jakarta biasanya lebih besar jika dibandingkan dengan notaris di kota-kota lain.

Biaya APHT

BIaya ini dipergunakan untuk mengurus Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). Fungsi dari APHT ini adalah sebagai jaminan akan melunasi pinjaman kepada bank. Jika terjadi kredit macet, bank secara hukum bisa mengeksekusi rumah yagn dikreditkan. Sesuai dengan undang-undang, proses APHT wajib dilaksanakan sebelum kredit diberikan kepada konsumen.

Biaya BPHTB

Biaya BPHTB rumah KPR adalah bea yang harus dibayarkan karena memperoleh hak atau suatu tanah atau bangunan. Saat terjadi transaksi proses jual beli KPR rumah, nasabah memperoleh hak atas rumah dan tanah.

Biaya Penilaian atau Appraisal

Biaya apprasisal KPR ini digunakan untuk melakukan proses penilaian (appraisal) dokumen KPR dan rumah yang diajukan. Proses ini bertujuan untuk mengecek dan validasi dokumen pengajuan kredit.

Biaya Administrasi

Jumlah biaya administrasi KPR tergatung kepada bank. Setiap bank, biasanya memberikan tarif yang berbeda-beda. Bahkan beberapa bank memberikan promo berupa gratis biaya administrasi.

Biaya Proses

Biaya proses ini sama dengan biaya administrasi, yaitu tergantung kepada bank itu sendiri. Tiap bank biasanya memberikan tarif yang berbeda-beda.

Biaya Provinsi Bank

Bank apapun yang digunakan, besar biaya provisi KPR adalah 1 persen dari jumlah plafond KPR yang diberikan. Jika plafond KPR yang diberikan misalnya 100 juta, maka biaya profesinya adalah jumlah itu dikalikan 10 persen menjadi 1 juta.

Angsuran pertama

Angsuran pertama KPR akan dimasukan ke dalam salah satu komponen biaya KPR.

Premi Asuransi Kebakaran

Jika terjadi bencana kebakaran, maka rumah KPR diwajibkan untuk dilindungi oleh asuransi untuk menimilasir kerugian.

Premi Asuransi Jiwa

Bank mewajibkan nasabah untuk mengikuti asuransi jiwa untuk meminimalisir risiko gagal bayar karena nasabah meninggal dunia.

Meskipun begitu, akan terjadi perbedaan dalam jumlah biaya untuk setiap itemnya. Misalnya di bank A, biaya administrasinya hanya 750 ribu. Sedangkan di bank B, biayanya 1 juta rupiah. Hal tersebut karena tiap bank memiliki biaya administrasi sendiri. Selain karena hal itu, besarnya biaya juga dipengaruhi lokasi rumah yang akan di KPR-kan.

Biaya kredit KPR yang harus dikeluarkan tidaklah sama. Seperti yang telah disinggung di atas bahwa besar biaya tiapitem tergantung kepada bank yang digunakan, besarnya plafond dan lokasi dari rumah yang akan di KPR. Namun, rata-rata biaya yang harus dikeluarkan adalah lima sampai enam persen dari plafond yang dikeluarkan bank. Rumus cara menghitung KPR adalah biaya = plafond bank x 5 persen.

Simulasi perhitungan biaya KPR dengan mengajukan KPR dengan harga 550 juta. Plafond yang disetujui oleh pihak bank adalah sebesar 500 juta. Maka besarnya biaya KPR yang harus dikeluarkan adalah 6 persen x 500 juta, yaitu 30 juta.

You can share this post!

Comments