Jasa Marga akan Genjot Bisnis Luar Tol

Sejumlah kendaraan melintasi jalan tol Karang Tengah, Tangerang, Banten, Selasa (19/11). Kenaikan tarif tol dalam kota milik PT Jasa Marga Tbk. kembali diundur dari pertengahan November 2013 menjadi Desember 2013 akibat tingkat keterangan lampu (lux) yang masih belum memenuhi standar pelayanan minimum (SPM). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ed/pd/13

Sejumlah kendaraan melintasi jalan tol Karang Tengah, Tangerang, Banten, Selasa (19/11). Kenaikan tarif tol dalam kota milik PT Jasa Marga Tbk. kembali diundur dari pertengahan November 2013 menjadi Desember 2013 akibat tingkat keterangan lampu (lux) yang masih belum memenuhi standar pelayanan minimum (SPM). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ed/pd/13

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan mendorong bisnis di luar sektor jalan tol untuk menekan perlambatan kinerja tahun ini. Pasalnya, invetasi besar-besaran yang dilakukan perseroan tahun ini diperkirakan akan menekan kinerja lantaran beban investasi yang harus ditanggung akan semakin membengkak.

Direktur Utama JSMR, Adityawarman mengatakan, laba bersih perseroan tahun ini akan lebih rendah dari tahun 2015 sejalan dengan investasi yang dilakukan di ruas-ruas tol baru. Oleh karena itu, JSMR akan mencoba meningkatkan usaha lain untuk bisa mengkover peningkatan beban investasi salah satunya lewat lewat bisnis layanan pemeliharaan.

“Kita harapkan bisnis layanan pemeliharaan ini bisa mengerjaaan pekerjaan kita dulu. Itu akan menambah income ke mereka dan nantinya akan masuk ke holding,” katanya Adityawarman di Jakarta, Rabu (30/3).

Kendati begitu, perseroan akan tetap memperhatikan kemampuan anak usahanya tersebut untuk menggarap semua pekerajaan layaanan pemelihaaan di induk sama seperti kualitas perusahaan lainnya.

Adityawarman mengharapkan bisnis layanan pemeliharaan bisa menyumbang pendapatan 15%-20%. Sementara kontribusi bisnis ini tahun lalu belum mencapai 10%. Selain itu, JSMR juga akan menggejot bisnis lain seperti Jasa Layanan Operasi (JLO) dan properti.

Meski laba bersih diperkirakan akan turun tahun ini, namun pendapatan (di luar kontruksi) ditargetkan mencapai Rp 8,66 triliun atau tumbuh 13,5% dari tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan usaha ini seiring dengan pertumbuhan lalu lintas kendaraan 2,25% menjadi 1,41 miliar.

Tahun ini, JSMR juga menargetkan bisa mengoperasikan tiga ruas tol sepanjang 71 km yakni Tol Surabaya- Mojokerto seksi Krian-Mojokerto 18,47 km, Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga 17,5 km dan Tol Solo-Ngawi seksi Kartasuro-Sragen 35,5 km.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *