Nilai Impor Banten Oktober Turun 2,66 Persen

thumb_20151214_Sulut_Ekspor_Asam_Lemak_Kelapa_ke_Singapura,Serang – Nilai impor Banten Oktober 2015 turun 2,66 persen dibanding bulan sebelumnya dari 748,17 juta dolar AS menjadi 728,29 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi di Serang, Kamis (17/12/2015), mengatakan penurunan nilai impor sebesar itu karena impor nonmigas yang turun 9,64 persen dari 639,60 juta dolar AS menjadi 577,97 juta dolar AS.

Sedangkan impor migas naik 38,45 persen menjadi 150,32 juta dolar AS dari sebelumnya 108,58 juta dolar AS.

Khusus impor migas, peningkatan tersebut akibat dari nilai impor untuk komoditi hasil minyak yang meningkat dibanding bulan September 2015, karena untuk komoditi lainnya yaitu gas dan minyak mentah tidak memperlihatkan kegiatan impor selama dua bulan terakhir, kata Suhaimi.

Perkembangan nilai impor migas dan nonmigas pada Oktober 2015 dibanding bulan sebelumnya terlihat sejalan dengan arah perkembangan volume masing-masing.

Peningkatan impor migas diduga terkait erat dengan apresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS dibanding bulan sebelumnya, sementara penurunan impor nonmigas sepertinya tidak terkait secara langsung dengan perkembangan harga dari komoditi ini di pasar perdagangan internasional dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Impor kedua komoditi ini untuk satu bulan ke depan diprediksi akan kembali meningkat mengingat kurs rupiah terhadap dolar AS cenderung menguat dibanding Oktober 2015, meskipun harga komoditi migas dan nonmigas secara agregat di pasar perdagangan internasional diperkirakan akan terus berfluktuasi sebagai dampak dari pelemahan ekonomi global yang masih terus berlangsung,” ujarnya.

Nilai impor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Oktober 2015 mencapai 547,27 juta dolar AS, turun 0,29 persen atau sebesar 1,61 juta dolar AS, demikian pula untuk golongan barang lainnya turun 66,16 persen atau sebesar 60,02 juta dolar AS menjadi 30,70 juta dolar AS.

Ia mengatakan, nilai impor nonmigas tertinggi Oktober 2015 berasal dari golongan barang bahan kimia organik yang mencapai 196,20 juta dolar AS, disusul gandum-ganduman dan ampas/sisa industri makanan dengan impor masing-masing sebesar 67,15 juta dolar AS dan 62,17 juta dolar AS.

Empat dari sepuluh golongan barang mengalami penurunan nilai impor, yaitu bahan kimia organik, gandum-ganduman, mesin-mesin/pesawat mekanik dan bijih, kerak dan abu logam.

Penurunan tertinggi terjadi pada bahan kimia organik yang turun mencapai 45,14 juta dolar AS dan terendah berasal dari gandum-ganduman yang mengalami penurunan 13,51 juta dolar AS.

Lebih lanjut ia mengatakan peningkatan tertinggi dan terendah terjadi pada ampas/sisa industri makanan dan gula dan kembang gula masing-masing sebesar 25,45 juta dolar AS dan 5,35 juta dolar AS.

Impor nonmigas untuk sepuluh golongan barang periode Januari-Oktober 2015 mengalami penurunan 1.476,94 juta dolar AS(20,17 persen) dibanding periode sama tahun lalu, kebalikan dari itu, golongan barang lain meningkat 211,83 juta dolar AS(47,91 persen).

Peran impor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada periode Januari-Oktober 2015 mencapai 89,94 persen, dengan peran tertinggi berasal dari golongan bahan kimia organik yaitu sebesar 36,48 persen, disusul gula dan kembang gula dan besi dan baja dengan kontribusi masing-masing 9,38 persen dan 8,76 persen.

“Pangsa impor gabungan pada tahun 2015 dari ketiga golongan barang tadi mencapai 54,62 persen, sementara untuk tahun sebelumnya mencapai 62,60 persen,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *