Strategi Summarecon kerek penjualan di akhir tahun

Strategi Summarecon kerek penjualan di akhir tahun

Manajemen PT Summarecon Agung Tbk harus bekerja ekstra keras supaya bisa merealisasikan target kinerja tahun ini. Sebab, sampai akhir kuartal III-2015, Summarecon baru merealisasikan target pra-penjualan (marketing sales) seniai Rp 3 triliun, dari total target sepanjang tahun Rp 4,5 triliun.

Target marketing sales tahun ini sejatinya sudah lebih rendah dari target awal yang mencapai Rp 5,5 triliun.

Pun demikian, Michael Young, Sekretaris Perusahaan PT Summarecon Agung Tbk, menyatakan, memang tak mudah untuk merealisasikan target yang masih kurang 40% itu. Apalagi, saat ini daya beli masyarakat Indonesia sedang lesu akibat pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Di samping itu, manajemen emiten dengan kode saham SMRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, menambahkan, tahun ini sempat menghadapi kendala perizinan. Akibatnya, pelaksanaan proyek tertunda.

Sebagai contoh, proyek Summarecon yang berlokasi di Bandung. Proyek tersebut semula ditargetkan bisa dirilis pada kuartal I-2015. Namun, perusahaan tersebut harus menundanya lantaran tidak kunjung mendapatkan izin dari pemerintah daerah.

Nah, di sisa waktu tahun ini, manajemen SMRA masih berharap bisa mendongkrak marketing sales dari beberapa proyek. Termasuk, pra penjualan dari proyek yang tertunda di Bandung itu. Beberapa proyek yang akan digeber pada kuartal IV-2015 di antaranya berlokasi di Bekasi Jawa Barat, Serpong Banten, dan Bandung Jawa Barat.

“Kami akan meluncurkan proyek di tiga lokasi tersebut pada kuartal IV-2015 ini,” kata Michael, Senin (26/10). Pertama, di Bekasi. Michael menyebut proyek itu bernama Summarecon Bekasi dengan luas lahan 240 hektare (ha).

Tahap awal, perusahaan ini akan membangun Summarecon Mall Bekasi. Areal yang dibangun seluas 80.000 meter persegi (m²). Kedua, di Serpong, Banten . Perusahaan ini akan menawarkan proyek bernama Summarecon Serpong seluas 500 ha.

Proyek ini akan terdiri dari pusat olahraga, ruang pertemuan, dan mall yang khusus menyasar produk elektronik. Ketiga, perusahaan ini akan memulai proyek Summarecon Bandung. Di proyek ini, emiten properti ini akan membangun kawasan bisnis terpadu atau mixed used di atas lahan seluas 300 ha.

“Keseluruhan proyek ini senilai Rp 2 triliun,” ucapnya. Berbekal tiga proyek inilah, Summarecon optimistis bisa mencapai target marketing sales Rp 4,5 triliun pada pengujung tahun ini.

Namun, Michael enggan memerinci target penjualan dari masing-masing proyek tersebut. Dia juga enggan membuka kinerja penjualan dan laba bersih hingga kuartal III-2015. Alasaannya, manajemen perusahaan ini belum membuka data-data keuangan tersebut kepada pemegang saham dan otoritas bursa saham.

Sebagai gambaran, hingga paruh pertama tahun 2015, perusahaan ini mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 2,59 triliun. Perusahaan properti ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 525 miliar pada periode tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *