Wall Street Menguat di Hari Pertama Perdagangan Desember

BEINew York – Saham-saham di Wall Street membukukan keuntungan mantap pada Selasa (Rabu pagi WIB, 2/12/2015), hari pertama perdagangan Desember, karena investor menunggu keputusan bank-bank sentral utama bulan ini.

Dow Jones Industrial Average naik 168,43 poin, atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 17.888,35. Indeks S&P 500 melonjak 22,22 poin, atau 1,07 persen, menjadi berakhir di 2.102,63. Indeks komposit Nasdaq naik 47,64 poin, atau 0,93 persen, menjadi 5.156,31.

Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memperluas program pelonggarannya dan memotong suku bunga deposito negatif lebih lanjut pada Kamis.

Sementara itu, para investor sedang menunggu Jumat, yang akan melihat data tenaga kerja penting AS untuk November, laporan ketenagakerjaan terakhir untuk tahun ini, sebelum Federal Reserve memutuskan tentang suku bunga pada pertemuan Desember.

Wall Street memperkirakan divergensi bersejarah dalam kebijakan moneter oleh dua bank sentral, karena The Fed berada di jalur untuk menaikkan suku bunga tahun ini sementara rekannya di Eropa diperkirakan untuk melepaskan stimulus lebih lanjut.

Di sisi ekonomi, indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur AS untuk November tercatat 48,6 persen, penurunan 1,5 persentase poin dari angka Oktober 50,1 persen, kata Institute Supply Management (ISM), Selasa.

Angka itu, jauh di bawah ekspektasi pasar, yang terburuk sejak Juni 2009 dan pertama kalinya indeks turun di bawah 50 dalam tiga tahun terakhir.

“Ada tren penurunan yang jelas dalam indeks nasional sejak musim panas 2014 yang menunjukkan sedikit tanda-tanda berkurang. Sulit untuk melihat bagaimana tren berbalik jika dolar terus menguat sebagai reaksi terhadap kebijakan moneter di AS yang menyimpang dari negara maju lainnya,” kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Pada Senin, dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) memutuskan untuk memasukkan mata uang Tiongkok, yuan, ke dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR)-nya , menandai tonggak dalam penilaian global atas renminbi (RMB) dan kepercayaan dalam reformasi keuangan Tiongkok yang sedang berlangsung.

Saham-saham Tiongkok terus meningkat pada Selasa menyusul keputusan IMF, dengan indeks komposit Shanghai naik 0,32 persen menjadi ditutup pada 3.456,31 poin.

Ekuitas Eropa berakhir bervariasi pada Selasa. Indeks acuan DAX Jerman di Bursa Efek Frankfurt menurun 1,06 persen, sedangkan indeks patokan FTSE 100 Inggris meningkat 0,62 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, menurun 9,05 persen menjadi berakhir pada 14,67 pada Selasa.

Di pasar lain, dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama karena data ekonomi negara itu keluar negatif.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0630 dolar dari 1,0567 dolar di sesi sebelumnya, sementara dolar dibeli 122,87 yen Jepang, lebih rendah dari 123,09 yen dari sesi sebelumnya.

Harga minyak stabil menjelang pertemuan OPEC yang dijadwalkan pada Jumat di Wina.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik 20 sen menjadi menetap di 41,85 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 17 sen menjadi ditutup pada 44,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun, karena perdagangan teknikal memberikan tekanan pada logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 1,8 dolar AS, atau 0,17 persen, menjadi menetap di 1.063,50 dolar AS per ounce. (He/we)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *