Wall Street Naik di Tengah Komentar Kenaikan Suku Bunga

BEINew York – Saham-saham di Wall Street berakhir naik tipis pada Jumat (Sabtu pagi WIB, 21/11/2015), karena investor mencerna komentar beberapa pejabat Federal Reserve tentang waktu kenaikan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average naik 91,06 poin atau 0,51 persen, menjadi ditutup pada 17.823,81. Indeks S&P 500 bertambah 7,93 poin atau 0,38 persen, menjadi berakhir di 2.089,17. Indeks komposit Nasdaq naik 31,28 poin atau 0,62 persen, menjadi 5.104,92.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang dirilis Jumat, Wall Street terutama fokus terhadap komentar-komentar tentang kenaikan suku bunga dari para pembuat kebijakan The Fed.

Setelah bel penutupan Kamis, Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan bahwa beberapa bank sentral utama bisa menjauh dari kebijakan suku bunga mendekati nol dalam waktu yang relatif dekat.

Kepala Cabang The Fed New York, William Dudley, mengatakan Jumat bahwa The Fed akan segera mencapai target yang dibutuhkan untuk kenaikan suku bunga, tetapi waktunya masih bergantung data dan bahwa ia berharap segera melihat bukti meningkatnya inflasi.

Kepala The Fed St Louis, James Bullard, mengatakan bank sentral AS akan kembali ke era di mana ada lebih banyak ketidakpastian tentang langkah-langkah suku bunga pada basis pertemuan ke pertemuan setelah kenaikan suku bunga pertamanya.

Menurut risalah dari pertemuan The Fed Oktober, sebagian besar peserta memperkirakan bahwa akan tepat untuk menaikkan kisaran target suku bunga federal fund pada pertemuan berikutnya, mengingat kondisi ekonomi membaik.

Dalam berita perusahaan, saham Nike melonjak 5,46 persen menjadi 132,65 dolar AS per saham pada Jumat setelah perusahaan meningkatkan dividennya sebesar 14 persen, menyatakan pemecahan saham atau “stock split” dua untuk satu, dan membukukan rencana pembelian kembali saham 12 miliar dolar AS.

Untuk minggu ini, saham unggulan (blue-chip) Dow melonjak 3,4 persen, dan indeks lebih luas S&P 500 naik 3,3 persen, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq melonjak 3,6 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, menurun 8,95 persen menjadi berakhir di 15,47 pada Jumat.

Di pasar lain, harga minyak AS turun karena pasar memperkirakan pasokan melebihi permintaan.

Dolar AS meningkat terhadap euro karena The Fed berada di jalur untuk menaikkan suku bunganya, sementara mitranya di Eropa berencana untuk melepaskan stimulus lebih lanjut.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun karena dolar AS menguat, menempatkan tekanan pada logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 1,6 dolar AS, atau 0,15 persen, menjadi menetap di 1.076,30 dolar AS per ounce. (He/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *