• Indonesia
Blitar dan Malang Darurat Rokok Ilegal
Berita

Blitar dan Malang Darurat Rokok Ilegal

Kantor Bea Cukai Malang menyita ribuan batang rokok ilegal. Ribuan batang rokok ilegal tersebut ditemukan di Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. "Kami temukan saat melakukan kunjungan ke pabrik PT BK pada 19 Februari 2019," kata Surjaningsih, PLH Kantor Bea Cukai Malang.

Ia menambahkan kunjungan ke pabrik ruting dilakukan oleh Kantor Bea Cukai sebagai bagian dari pengawasan. Ketika mengunjungi PT BK, ditemukan sebanyak 3.131.580 batang rokok ilegal berjenis sigaret kretek mesin (SKM). Rinciannya terdiri dari 2.086.000 batang berbentuk batangan dan 1.045.580 batang berbentuk kemasan.

Ribuan batang rokok ilegal tersebut ditaksir senilai Rp 782.895.000. "Jutaan batang rokok tersebut dibeli dengan merek AS dan SB," kata Surjaningsih.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan Bea Cukai. "Sedangkan potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai sebesar Rp 1.478.309.313," pungkas Surjaningsih.

Sementara itu, sebanyak 137.284 batang rokok ilegal senilai Rp 98 juta disita personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar. Rokok yang disita petugas berasal dari hasil operasi pasar yang dilakukan di sejumlah wilayah kabupaten Blitar.

Sebagian besar batang rokok yang disita petugas adalah rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai. "Ada beberapa wilayah yang kami sasar. Yakni di Kanigoro, Selopuro, Kademangan dan Bakung," ujar Hendro Trisullo, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar.

Awalnya, petugas melakukan razia di wilayah Kademangan, Selopuro dan Kanigoro pada periode 21 sampai 23 Februari 2019. Setidaknya, ada 66.916 batang rokok ilegal yang nilainya mencapai Rp 47,8 juta dengan total kerugian negara sekitar Rp 24,7 juta.

Operasi serupa kembali dilakukan Kantor Bea Cukai pada 25 Februari 2019. Hasilnya, 70.468 batang rokok ilegal dengan nilai sekitar Rp 50,3 juta disita petugas dengan kerugian negara mencapai Rp 26 juta.

Wilayah Blitar menjadi daerah dengan potensi penyebaran rokok ilegal paling tinggi bila dibandingkan wilayah lain. Sebab para produsen rata-rata memilih daerah pinggiran yang jarang dijangkau petugas.

Perlu diketahui pada 2018 lalu, KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar menyita sekitar 3,9 juta batang rokok ilegal. Petugas juga menyita 254 botol cairan rokok elektrik (vape) dan 7.476 botol minuman keras dengan kadar alkohol di atas 5 persen tanpa pita cukai.

Total nilai kerugian negara dari penyitaan sejumlah barang itu mencapai Rp 1,45 miliar. Pemberantasan rokok ilega akan diupayakan hingga tingkat produsen. "Rata-rata produsen memilih daerah pinggiran dan hampir semua rokok (ilegal) ini kami sita dari para pedagang dan kios. Kami akan berupaya menelusuri sampai produsen," kata Hendro.

You can share this post!

Comments