• Indonesia
Cek Kelebihan dan Kekurangan Usaha Sawah di Sini!
Properti

Cek Kelebihan dan Kekurangan Usaha Sawah di Sini!

Properti sawah termasuk bidang usaha yang banyak digalakkan oleh kalangan menengah ke bawah. Dari sebuah persawahan, banyak komoditi yang bisa dihasilkan untuk kesejahteraan bangsa ini. Mulai dari beras, jagung, singkong, ubi dan lainnya. Kelebihan dan kekurangan usaha sawah ini menjadi hal penting untuk diketahui Anda yang tertarik dalam usaha ini.

Harga sawah relatif lebih terjangkau daripada harga sepetak tanah atau sebidang rumah. Bahkan para petani yang berasal dari pedesaan banyak yang memiliki sawah sebagai usaha sehari-harinya. Dan tak sedikit juga kalangan kelas atas yang menyewakan sawahnya untuk digarap oleh petani yang mau bekerja sama.

Pengusaha Properti Cerdas Wajib Tahu Kelebihan dan Kekurangan Usaha Sawah Berikut Ini!

Sawah merupakan tanah yang mendapatkan aliran air, baik itu yang menggenang atau tidak menggenang. Sawah yang tergenang air diperuntukkan khusus untuk penanaman padi dan kangkung air. Sedangkan sawah tadah hujan diperuntukkan bagi tanaman palawija, umbi-umbian dan sayuran.

Simak kelebihan dan kekurangan berladang di sawah berikut ini!

1. Kelebihan Bertani di Sawah

Sawah adalah jenis properti yang bersifat turun-temurun, sangat tepat untuk diwariskan ke generasi selanjutnya. Seorang petani merupakan pahlawan yang sesungguhnya bagi tanah air ini karena mampu menghasilkan beras sebagai makanan pokok warga Indonesia. Jadi, dalam lain menjadi petani dapat memberikan kebanggaan tersendiri.

Bagi Anda yang tidak suka bekerja seharian di ruangan tertutup, maka usaha bertani di sawah ini cocok untuk Anda coba. Apalagi sebagian besar petani memulai pekerjaannya di pagi buta, saat udara masih bersih, segar dan sejuk.

Hasil panen dari sawah yang Anda kelola mampu memberikan omzet yang tidak main-main, hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari seberapa luas lahan dan banyaknya komoditi tanamnya. Dan menjadi pengusaha tani membuat Anda mampu membuka lapangan kerja untuk orang lain yang berkompeten dan mau bekerja di sana.

2. Kekurangan Bertani di Sawah

Seperti bidang usaha lainnya, kelebihan dan kekurangan usaha sawah saling berkesinambungan. Dimana Anda mengincar kelebihannya maka Anda juga tak boleh lengah dari kekurangannya.

Tanpa pemahaman yang baik, sangat mungkin Anda bisa mengalami gagal panen. Baik itu dari faktor internal seperti jenis benih, kualitas tanah, sumber air tanah atau cuaca, maupun faktor eksternal yang meliputi saluran irigasi, kualitas pupuk, perawatan yang kurang maksimal dan lainnya.

Tak sedikit petani yang mengalami kerugian karena harga beras dan sayur-mayur naik turun tak menentu. Mereka dituntut untuk menjualnya pada tengkulak atau pengepul dengan harga yang rendah. Penurunan harga ini bisa terjadi ketika kondisi ekonomi dunia sedang terguncang karena satu dan lain hal.

Bertani di sawah menuntut Anda untuk menjadi perawat dan pengawas yang baik. Karena ada saja yang ingin mencuri hasil panen Anda secara diam-diam, entah itu hewan pengerat atau manusia.

3. Belajar Sebelum Bekerja

Sejak kecil kita diajarkan untuk giat belajar dan belajar sampai siap memasuki dunia kerja. Begitu pula saat memutuskan ingin menjadi petani yang handal, Anda wajib mengasah kemampuan diri dan kapasitas otak dengan baik sebelumnya.

Tak perlu khawatir atau bingung harus belajar ke mana, sebab saat ini sudah banyak dijual buku terkait dunia pertanian, bahkan artikel ilmiah online tentang hal itu pun sangat mudah diakses secara gratis. Jadi, jangan pernah ragu dan menyerah untuk terus berusaha. Pastikan Anda memahami semua kelebihan dan kekurangan usaha sawah ini bila ingin bertani dengan sukses!

 

You can share this post!

Comments