• Indonesia
Dampak Besar IMF Kembali Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global
Ekonomi

Dampak Besar IMF Kembali Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global

International Montery Fund (IMF) kembali memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global di 2019 menjadi 3,3 persen dari sebelumnya 3,5 persen pada Januari lalu. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lainnya.

Penurunan proyeksi IMF sebesar 3,3 persen tersebut berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Tak terkecuali kepada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) atau USD. "Dampaknya sangat besar ke perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah mulai mengalami koreksi hingga siang ini sebesar 0,21 persen ke level RP 14.163 per USD," kata Bhima Yudistira, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Dengan adanya penurunan ini, maka gejala perlambatan ekonomi akan berlanjut sepanjang tahun. Diperkirakan ekonomi Indonesia diproyeksi hanya tumbuh 5 persen tahun 2019 dan bisa terkoreksi ke 4,9 persen. Dengan kata lain, perlambatan ini juga akan berdampak pada penurunan proyeksi ekspor Indonesia dan hasilnya neraca perdagangan masih mencatatkan defisit.

Para pelaku usaha dikhawatirkan akan melakukan efisiensi di beberapa bidang, baik biaya produksi hingga jumlah tenaga kerja. "Sektor yang paling terpukul adalah harga komoditas seperti sawit dan karet makin rendah. Pertambangan prospeknya juga negatif, khususnya batu bara. Dari dalam negeri, dipastikan efek slowdown mulai terasa ke sektor manufaktur," jelas Bhima.

Sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini tidak akan terpengaruh dengan laju pertumbuhan ekonomi secara global. Meski pertumbuhan ekonomi global dipangkas, tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap sesuai target, yakni 5,3 persen.

Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan proyek-proyek infrastruktur yang sudah dimulai dan akan terus jalan. Dipastikan upaya pemangkasan yagn dilakukan oleh IMF tidka berpengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Beda dengan kalau belum ada investasinya bisa jadi akan terpengaruhi. Tetapi karena ini hanya melanjutkan ya pertumbuhan ekonomi kita tidak akan beda banyak dengan perkiraan. Walaupun eknomi dunia melambat atau apa," lata Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Di sisi lain, kondisi pertumbuhan ekonomi global. Disampaikan bahwa IMF baru saja merilis World Economic Outlook yang menyatakan koreksinya terhadap ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi global yang awalnya 3,7 persen, diprediksi turun ke 3,3 persen. Ini bukan kali pertama IMF memangkas proyeksi ekonomi dunia. Selain IMF, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga memprediksi pertumbuhan ekonomi global menurun.

Prediksi OECD dari 3,6 persen turun menjadi 3,3 persen. Indikato-indikator penyebab hal tersebut di antaranya, perang dagang AS-China, Brexit yang menyebabkan pelemahan ekonomi Eropa, naiknya suku bunga The Fed, fluktuasi harga komoditas dan sebagainya. Kondisi global ini dapat memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia.

You can share this post!

Comments