• Indonesia
Dampak January Effect Terhadap Dunia Saham
Investasi

Dampak January Effect Terhadap Dunia Saham

Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Indeks (JII), bergerak positif pada awal sesi II perdagangan hari ini, Rabu (13/3). JII naik tipis 0,07 persen atau 0,5 poin ke level 690,97 pada pukul 13.50 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (12/3), JII berakhir naik 0,05 persen atau 0,38 poin di posisi 690,46. Pergerakan indeks syariah tersebut sempat tergelincir ke zona merah ketika dibuka turun 0,30 persen atau 2,09 poin di level 688,37.

Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak di level 687,77-692,29. Sebanyak 21 saham menguat, lima saham melemah dan empat saham stagnan dari 30 yang diperdagangkan. Saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang masing-masing naik 2,63 persen dan 3,97 persen menjadi penopang utama terhadap pergerakan JII sesi II.

Sejalan dengan JII, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal sesi II perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG naik 0,06 persen atau 3,81 poin ke leel 6.357,58 pada pukul 13.50 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,20 persen atau 12,66 poin di posisi 6.343,12. IHSG sempat melanjutkan pelemahannya ketika dibuka turun 0,17 persen atau 10,65 poin di level 6.343,12 pagi tadi.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang masing-masing naik 0,79 persen dan 2,63 persen menjadi pendongkrak utamanya. Di sisi lain, kinerja reksa dana secara year to date (ytd) hingga akhir pekan lalu, yaitu 8 Maret 2019, mulai membaik setelah sepanjang Februari mengalami tekanan.

Berdasarkan riset infovesta Utama, Indeks Reksa Dana Saham Infovesta mencatat secara ytd return reksa dana tercatat sebesar 1,3 persen. Kinerja ini jauh di bawah kinerja IHSG sebagai benchmark yang sudah tumbuh sebesar 3,04 persen di periode yang sama. Infovesta mencatat, kinerja reksa dana saham tertinggi selama beberapa bulan terakhir, terjadi pada Januari dengan return indeks ini sebesar 3,59 persen dan IHSG naik sebesar 5,46 persen.

Namun seiring dengan berakhirnya January Effect, kinerja IHSG terkoreksi 1,37 persen dan indeks reksa dana saham koreksi 2,24 persen. Sektor infrastruktur masih menjadi pendorong pertumbuhan di dua bulan tersebut. Ditambah dengan sektor pertambanan dan pertanian di Januari dan sektor perdagangan di Februari. Memasuki bulan ketiga tahun ini, terjadi penurunan kinerja seluruh sektor saham dengan kinerja terburuk dicetak sektor infrastruktur.

You can share this post!

Comments