• Indonesia
Dinamika Pinjaman Dana di Tahun Politik
Keuangan

Dinamika Pinjaman Dana di Tahun Politik

Jangan salah pilih kantor tempat gadai BPKB karena sudah banyak penawaran broadcast yang dikirim lewat SMS atau Whatsapp. Jadi, berhati-hati dan pastikan kantor leasing benar-benar terdaftar dan BPKB tersimpan aman jika sewaktu-waktu melakukan pelunasan dipercepat bisa langsung terima.

Di sisi lain, Calon Presiden Prabow Subianto mengaku memiliki keterbatasan dalam hal logistik dalam mengikuti Pemilu Presiden 2019. "Dari awal kita mengakui kita ini paket hemat, pahe, uang kita terbatas," ujar Prabowo sat menghadiri HUT Federasi Serikat Pekerja Metal.

Keterbatasan logistik itu salah satunya karena sulit mengupayakan pinjaman dana ke bank. Selain itu, Prabowo juga mengaku sulit untuk menjual asetnya. "Saya mau dagang aja sulit. Saya ngga bisa dapat pinjaman uang dari Indonesia, dari luar negeri pun saya mau jual aset susah, teman-teman saya juga, Sandi juga. Saya bingun negara ini punya siapa? Punya genderuwo katanya, punya genderuwo?," katanya.

Prabowo heran sebagai mantan prajurit TNI, ia sulit mengkredit pinjaman. Padahal sarat-sarat pinjaman sudah terpenuhi. Sementara di satu sisi para pengemplang pajak dengan mudahnya mendapatkan pinjaman. "Aku pinjam uang ngga dilayani, saya ngga apa-apa. Tapi itu orang-orang yang tukang ngemplang utang rakyat, dikasih lagi, kredit terus-terus. Saya ngga ada masalah," katanya.

Oleh karena itu menurut Prabowo jangan heran bila dalam pemilu kali ini, alat peraga kampanye Prabowo-Sandi tidak terlalu banyak. Alat peraga kampanye yang sudah terpasang di sejumlah tempat pun menurut Prabowo kebanyakan berasal dari relawan.

"Makanya ada yang bertanya, ko ngga ada ya baliho Prabowo-Sandi? Uangnya sedikit, kalaupun ada yang pasang, saya ngga tahu itu siapa, mungkin relawan. Jadi mohon maaf saya tidak bisa kasih kaos kepada saudara. Tapi saudara-saudara baliho Prabowo-Sandi ada di hati rakyat," pungkasnya.

Di sisi lain, perusahaan financial technology (fintech) pinjam-meminjam PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) baru saha memperoleh tambahan modal sebesar 2,5 juta dolar AS (Amerika Serikat) atau sekitar Rp 35 miliar.

Akseleran menargetkan putaran pendanaan ini bisa mencapai 7,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 105 miliar. "Kami targetkan pendanaan ini ditutup pada akhir Maret atau April 2019," kata Ivan Nikolas Tambunan, CO-Founder & CEO Akseleran.

Dana segar itu didapat dari investor yang bergerak di bidang perbankan, modal ventura, perusahaan pembiayaan (leasing) dari dalam dan luar negeri. Investor asing itu berasal dari Singapura, AS dan Swiss. Diperkirakan investor dari Jepang dan China akan turut serta dalam pendanaan seri A ini.

Akseleran mulai memperluas bisnisnya denganmerilis kredit konsumtif (costumer loan). Pada Januari 2019, Akseleran menggandeng Best Finance untuk merilis layanan costumer loan ini. "Mayoritas dari lokal dan pendiri masih memiliki kontrol," ujar Ivan.

You can share this post!

Comments