• Indonesia
Dinamika Saham di Asia dan Indonesia Saat ini
Perdagangan

Dinamika Saham di Asia dan Indonesia Saat ini

Perusahaan Ritel Inggris Marks & Spencer (M&S) akan membeli 50 persen saham Ocado senilai 750 juta pound atau sekitar 994 juta dolar AS (Amerika Serikat) untuk membiayai akuisisi tersebut. Perusahaan ritel terbesar di Inggris itu akan melakukan right issue dengan target dana 600 juta paun dan memangkas 50 persen dividen.

Saham M&S telah merosost 7 persen pada 08.10 GMT sebagai refleksi dari kenaikan equity dan pemotongan dividen. Namun saham Ocado justru naik 3 persen. Saham keduanya meningkat tajam pada kemarin, Selasa (26/2) setelah kerjasama itu terkonfirmasi dan berbulan-bulan sebelumnya, harga sahamnya diwarnai spekulasi terkait kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan transaksi saham masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) di awal tahun ini mencapai Rp 1,03 triliun dari 13.502 investor. Angka itu merupakan akumulasi dari seluruh investor saham dengan KTP Sumbar.

Total dari nilai transaksi itu, volume transaksi saham masyarakat setempat mencapai 11.248.831 lot dengan frekuensi transaksi sebanyak 56.737 kali. "Sejauh ini cukup menjanjikan. Kami perkirakan transaksi saham masyarakat asal Sumbar, ke depannya masih akan terus meningkat," kata Early Saputra, Kepala BEI Perwakilan Sumbar.

Bahkan tahun lalu, pertumbuhan jumlah investor saham Sumbar mencapai 50,14 persen. Pedagang pasar merupakan calon potensial untuk meningkatkan jumlah investor saham di daerah, mangingat cukup banyak masyarakat Sumbar yang berprofesi sebagai pedagang.

Selain pasar, BEI juga berencana masuk ke desa utnuk memberikan edukasi mengenai investasi di bursa saham kepada masyarakat pedesaan. Sementara itu, BEI tengah memprioritaskan perubahan aturan harga saham terendah menjadi di bawah Rp 50 per saham.

Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyebut memang 75 persen transaksi di BEI berada di saham yang berkisaran Rp 50. Di sisi lain, pasar saham Malaysia berakhir lebih rendah pada perdagangan hari ini, Rabu (27/2), dengan Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) turun 0,32 persen atau 5,55 poin menadi 1.713,45 poin.

Ada 364 saham naik, 481 turun dan 383 saham diperdagangkan tidak berubah. Volume transaksi menurun menjadi 2,18 miliar saham senilai 2,07 miliar ringgit Malaysia (509,85 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,64 miliar saham senilai 2,21 miliar ringgit Malaysia (542,14 juta dolar AS) pada kemarin, Selasa (26/2).

Di sisi lain, rencana BEI untuk memperkenalkan produk derivatif baru, yakni structured warrant atau waran terstruktur sebaiknya menunggu hingga pasar saham sebagai instrumen utama di pasar modal sudah cukup dalam.

Instrumen waran terstruktur diterbitkan oleh sekuritas atau pihak sponsor atas dasar saham emiten tertentu yang dimmiliki sekuritas tersebut dan mengumpulkan dana melalui instrumen itu. Alhasil, peningkatan aktivitas transaksi di instrumen ini tidak berdampak pada likuiditas saham emiten yang menjadi dasar penerbitan instrumen ini.

You can share this post!

Comments