BI Palembang : 4 Proyek Nasional Di Palembang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

thumb_20151114_Inflasi_Akhir_Tahun_di_Bawah_36_PersenPALEMBANG – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada tahun ini masih cukup stabil dan tumbuh diatas kisaran 5,6%-6,3% menyusul ada empat proyek berskala nasional tengah dikerjakan di Palembang, Sumatera Selatan.
Meskipun pemerintah pusat sendiri memutuskan untuk melakukan revisi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini, tetapi dampaknya belum berlaku di Sumsel.
Sepertinya tidak berlaku untuk Sumsel. Pasalnya realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016 menunjukan pertumbuhan tipis di angka 4,94%, hal tersebut sudah mendekati perkiraan yang ditentukan Bank Indonesia, jelas Hamid Ponco Wibowo, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel, Rabu (25/5/2016).
Menurutnya, ada empat proyek konstruksi berskala nasional di Palembang, Sumsel yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumsel dari belanja pemerintah.
Di antaranya, kata dia ke empat proyek besar, yakni persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, pembangunan double track kereta api penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api, pembangunan Light Rail Transit (LRT), dan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.
Dia menerangkan diketahui dari pembangunan LRT saja dana yang bergulir mencapai Rp 7 triliun lebih, hal itu tentu akan berdampak pada peningkatan perekonomian Sumsel.
Belanja pemerintah, merupakan factor pendorong pertumbuhan ekonomi yang besar disamping dari konsumsi masyarakat.paparnya.
Dia menambahan untuk daya beli sendiri, diperkirakan akan mulai bergeliat seiring dengan momen Ramadan dan lebaran.Oleh sebab itu, imbuh ungkap Ponco, perkiraan growth ekonomi Sumsel tetap on the track di angka 5,6%-6,3% hingga akhir tahun ini bisa optimistis tercapai.
Catatan BI Kantor Perwakilan Sumsel, tahun lalu pertumbuhan ekonomi Sumsel berada di kisaran level 4, 5%. Sedangkan tahun ini, BI memprediksi ekonomi bisa tumbuh 5, 6% hingga 6, 3%.
Pada triwulan II tahun ini, paparnya diperkirakan pergerakan ekonomi di Sumsel juga akan lebih masif, karena dapat dilihar dari pengeluaran atau belanja pemerintahan, peningkatan dari segi konsumsi karena bertepatan dengan hari besar keagamann dan lainnya serta untuk dari segi inflasi di tahun ini yang cenderung terkendali.
Terlebih didukung oleh stimulus fiskal dari pusat dan daerah, serta percepatan proyek infrastruktur. Bank Indonesia juga memprediksi konsumsi rumah tangga akan membaik, seiring terjaganya inflasi dan meningkatnya ekspektasi pendapatan, terangnya.
Sementara itu, Ekonom Sumsel, Prof Bernadette Robiani beranggapan, tahun ini pemerintah daerah harusnya dapat lebih cepat melaksanakan sejumlah proyek untuk menggenjot pemulihan ekonomi.
Baiknya tender proyek pun sudah dimulai sejak awal tahun ini, jadi penyerapan anggaran dapat lebih cepat, katanya.Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi Sumsel di angka 5,6% 6,3% lebih optimistis dapat direalisasikan.
Dia menyebutkan proyek pemerintah peranya sangat penting dalam menyokong kondisi perekonomian. Karena sektor ini memiliki multi efek yang dapat menggerakan perokonomian di sektor lainnya.
(Red/Irwan Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *