Laju Ekonomi Australia Diproyeksikan Melambat, Aussie Flat

indexAussie diperdagangkan sideways pada sesi Asia pagi ini (6/11) setelah sejumlah kabar mengindikasikan pertumbuhan negeri Kanguru ke depan akan menghadapi banyak tekanan dari dalam maupun luar negeri. Kuatnya Dolar AS menjelang rilis NFP nanti malam turut mengombang-ambingkan mata uang ini.

 

Naskah pernyataan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) menyebutkan bahwa prospek pertumbuhan wilayah Asia masih menghadirkan ketidakpastian utama dalam penyusunan kebijakan mendatang. Disamping itu, diungkapkan juga beragam risiko yang menjadi alasan bagi kebijakan moneter untuk tetap longgar.

Di kesempatan terpisah, Sekertaris Departemen Keuangan Australia, John Fraser, mengungkapkan bahwa mereka tengah bersiap-siap untuk menurunkan forecast pertumbuhan ekonominya dengan memangkas ekspektasi peningkatan penerimaan pemerintah serta memundurkan deadline bagi anggaran untuk berubah surplus. Dalam konferensi di the Melbourne Institute, ia menyatakan Departemen Keuangan Australia sebentar lagi akan mempublikasikan dan mensosialisasikan laporan tersebut.

Anggaran negara Australia saat ini mengasumsikan pertumbuhan ekonomi akan melaju 3.5 persen (yoy) antara tahun 2017-2018 dan 2021-2022, serta memproyeksikan anggaran akan menjadi surplus pada 2019-2020. Namun perekonomian telah tumbuh dibawah level 3 persen selaman tiga tahun, bahkan rilisan terakhir menunjukkan Australia hanya tumbuh 2 persen pada kuartal dua 2015.

Sebelumnya, Gubernur RBA Glenn Stevens sempat mengangkat kemungkinan tingkat pertumbuhan maksimal telah menurun ke bawah 3 persen, dikarenakan oleh melambatnya pertumbuhan populasi.

 

Aussie Flat Jelang NFP AS

Menjelang rilis data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat beberapa jam ke depan, laporan-laporan tersebut nyaris tak berpengaruh pada Aussie. AUD/NZD diperdagangkan di kisaran 1.0800-1.0830, sedangkan AUD/USD diperjualbelikan diantara 0.7140-0.7158.

Indeks Dolar AS, yang menimbang kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor lainnya, bertahan di level tertinggi tiga bulan pada 97.8, meski klaim pengangguran Amerika Serikat dilaporkan meningkat melebihi ekspektasi tadi malam. Peningkatan indeks sentimen konsumen UoM dan kuatnya komponen ketenagakerjaan dalam indeks PMI Non-Manufaktur ISM, serta indikator-indikator lain mendukung ekspektasi kenaikan NFP. Survei Bloomberg pada para ekonom menunjukkan 96 persen diantaranya memprediksi NFP meningkat lebih tinggi dari 142,000 di bulan lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *