Menperin: Industri Butuh Bunga Bank Kompetitif

thumb_20151114_Menperin_Industri_Butuh_Bunga_Bank_KompetitifJakarta- Pelaku industri di Indonesia membutuhkan dukungan permodalan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produksi serta memperkuat daya saing. Untuk itu, bunga pinjaman perbankan seharusnya lebih kompetitif.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan hal itu, pada rapat koordinasi pemerintah pusat, pemda dan Bank Indonesia di Yogyakarta, Jumat (13/11). Saat ini, imbuhnya, besaran bunga dari bank di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara lain, termasuk di kawasan ASEAN.

“Di saat kita harus bersaing secara terbuka dan prospek industri serta investasi berhasil dijaga, bunga bank belum mendukung pengembangan industri. Bank-bank kita masih belum ramah dengan rekan-rekan industri,” ujar Menperin. Dia menegaskan, modal sangat dibutuhkan untuk mendongkrak kinerja dan produksi.

Bunga bank yang tinggi juga juga merupakan beban keuangan tersendiri. Hal ini tentu turut menggerus daya saing dan mempengaruhi harga jual. “Jika bunga diturunkan, cost-nya akan turun. Ini bukan hanya untuk industri besar tapi juga berpengaruh bagi industri kecil dan menengah,” kata Saleh.

Khusus untuk IKM, Pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi III yang memperluas pemberian kredit modal kerja. Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) diturunkan dari 22% pertahun menjadi 12% pertahun dan pada tahun depan menyusut menjadi 9%.

Selain menyoal pinjaman lembanga keuangan, Menperin juga menyebutkan faktor pemacu pertumbuhan industri. Yaitu ketersediaan energi dengan harga yang kompetitif, ketersediaan infrastruktur baik jalan, pelabuhan, dan listrik serta biaya logistik yang juga bersaing.(he/rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *