Pagi Ini, Minyak Mentah AS Semakin Terpuruk Mencapai Level 41

Laporan resmi cadangan minyak dari pemerintah AS yang meningkat melebihi ekspektasi pasar, menggulung harga menuju level terendah dua setengah bulan. Hari ini (13/11), harga minyak mentah AS kembali terpuruk pada kisaran 41 Dolar AS per barel.

Minyak

Minyak berjangka merosot hampir 3 persen setelah persediaan minyak Amerika Serikat dilaporkan meningkat selama tujuh pekan berturut-turut. Menurut laporan EIA (Energy Information Administration), cadangan minyak AS meningkat 4.2 juta barel lebih besar dari prediksi analis Reuters yang hanya 1 juta barel. “Laporan tersebut menyoroti melimpahnya pasokan di AS dan juga pasar global,” kata Chris Jarvis, analis Caprock Risk Management mengomentari data cadangan minyak AS yang dirilis semalam tadi.

West Texas Intermediate (WTI) terperosok 2.9 persen lebih rendah menjadi USD 41.70, sementara minyak Brent juga ikut menyusut 2.7 persen pada 44.57 Dolar AS per barel. Kontrak berjangka minyak telah mencatatkan penurunan harga lebih dari 5 Dolar AS per barel selama tujuh sesi terakhir. Hal ini juga diamini oleh ANZ dengan pernyataannya bahwa, “Harga minyak telah anjlok pada level terendahnya selama lebih dari dua bulan setelah cadangan minyak AS menanjak dalam tujuh pekan.”

Rendahnya Harga Telah Memukul Industri Minyak

Kemarin (12/11), perusahaan minyak milik pemerintah Brazil, Petrobras melaporkan kerugian 3.76 miliar Reais atau sekitar USD 1.01 miliar pada kuartal ketiga tahun ini akibat rendahnya harga minyak. Lemahnya mata uang Brazil terhadap Dolar AS dan resesi terburuk di negara tersebut dalam beberapa dekade telah menyurutkan pendapatan. Harga minyak yang saat ini sedang rendah juga telah menyebabkan ribuan pemutusan kerja dalam sektor energi di AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *