Pelemahan Rupiah Disebabkan Faktor Struktural

thumb_20151128_Bank_BTN_Mendorong_Realisasi_KPRJakarta – Managing Director, Head of Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan memandang pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh beberapa faktor struktural domestik.

Hal itu dia ungkapkan saat Seminar Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2016 bertajuk Mengubah Risiko Menjadi Peluang di Era Globalisasi yang Dinamis di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

“Depresiasi rupiah terhadap dolar AS saat ini lebih disebabkan oleh beberapa faktor struktural domestik, seperti ekspor yang masih didominasi oleh barang komoditi yang sedang melemah dan sentimen eksportir yang mengurangi penjualan mata uang asing terhadap rupiah serta impor barang konsumsi yang terus meningkat,” jelas Ali.

Faktor tersebut, tutur dia, menyebabkan banyaknya dolar AS yang digunakan oleh sektor swasta untuk pembayaran impor, membayar utang luar negeri, dan membayar dividen.

“Ekonomi tahun depan masih akan terpengaruh pada ekonomi Tiongkok yang cenderung masih melambat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Fakultas Bisnis Sampoerna University Wahyoe Soedarmono menyebutkan risiko nilai tukar karena depresiasi rupiah akan semakin terlihat, khususnya apabila The Fed menaikkan suku bunga acuan di Amerika Serikat dalam waktu dekat. Apalagi utang luar negeri swasta naik hampir dua kali lipat sejak 2010 menjadi sekitar 168 miliar dolar AS di September 2015.

“Oleh karena itu, pendalaman pasar modal atau pun pasar obligasi domestik bagi sektor swasta tetap menjadi prioritas untuk memberikan alternatif pembiayaan sektor swasta dari dalam negeri sehingga sektor swasta tidak terlalu terimbas oleh gejolak nilai tukar,” tukasnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sepertinya masih belum mau bergerak di kisaran level Rp 14.000. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Kamis, 10 Desember 2015, rupiah dibuka melemah di Rp 14.046 dari penutupan perdagangan dua hari lalu di Rp 13.991 per dolar AS.

Meski sempat menguat di Rp 13.850, hingga penutupan perdagangan rupiah cenderung kembali melemah di Rp 13.977 per dolar AS.

  1. PT. Indo Logistics Express globally known for our ability to handle every last detail of our customers particular logistics and forwarding needs, Our Special Services team takes care of all your logistics.

    As one of the leading privately owned logistics and supply chain management service providers, PT. Indo Logistics Express focuses on providing secure, innovative and cost effective solutions for our customers. Our mission is to help your company gain a competitive advantage by adding value to every step of your supply chain. In keeping with our mission of meeting and exceeding our customers+IBk expectations, we deliver a unique partnership to our customers+ADs +IBw-One Company, Many Solutions+IB0. As the logistics industry changes and larger companies consolidate to multinational, +IBw-mega-providers+IB0, we+IBk-ve taken a different approach, truly listening to our customers+IBk needs and building solutions to fit those needs while maintaining the personal touch that is critical to a lasting partnership. You can rely on PT. Indo Logistics Express as a partner who brings strong dedicated support, financial stability and the ability to deliver cost competitive solutions to help your company achieve its goals.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *