Wow! Akibat Macet, Negara Kehilangan Rp35 Triliun per Tahun

Wow! Akibat Macet, Negara Kehilangan Rp35 Triliun per Tahun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan keinginannya untuk mempercepat pembangunan kereta ringan Light Rail Transit (LRT), baik yang ada di Jakarta, Bodetabek, Palembang, dan juga di Bandung Raya. Pasalnya, setiap tahunnya Indonesia telah kehilangan Rp35 triliun karena kemacetan.

“Yang berkaitan dengan kereta api cepat Jakarta-Bandung sudah dimulai atau sebentar lagi dimulai. Sudah dimulai dan kita harapkan nantinya betul-betul terintegrasi dari kereta api cepat atau MRT (Mass Rapid Transport) nya, LRT-nya,busway-nya, ke bandara dengan commuter line, kemudian juga dengan kereta cepat, sambung lagi ke LRT di Bandung Raya,” kata Presiden Jokowi melansir situs Setkab, Rabu (30/3/2016).

Menurutnya, dari hitungan dan data yang diterima, akibat kemacetan di Jakarta dalam waktu setahun telah kehilangan Rp28 triliun. Sementara itu, kemacetan Bandung ke Jakarta juga menyebabkan kehilangan Rp7 triliun setiap tahun. Sehingga, jika ditotal, negara setiap tahun kehilangan kurang lebih Rp35 triliun.

“Jadi ini mutlak diperlukan pembangunan karena kita tidak ingin kehilangan uang yang percuma karena adanya kemacetan,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga ingin agar semuanya terintegrasi dengan airport. Sehingga, dapat mengurangi kemacetan yang ada.

“Tetapi semuanya mestinya harus dikalkulasi, dihitung sehingga ini menjadi alternatif-alternatif bagi masyarakat untuk memakai moda transportasi apa yang disenangi,” tutur Presiden.

Presiden Jokowi juga menegaskan, percepatan ini juga harus dilakukan karena ada momentum Asian Games yang ke-18 yang akan berlangsung 2018 yang akan datang.

“Juga masalah perizinan yang berkaitan dengan tata ruang, dengan ruang, serta masalah persinggungan dengan flyover dan mungkin trase jalur LRT atau MRT. Kita harapkan semuanya terintegrasi dan saya melihat kalau yang dulu-dulu yang kita lihat dulu di Kementerian Perhubungan sudah ada semuanya. Sehingga prinsip yang ingin kita bangun adalah sebuah produktivitas, efisiensi, dan efektivitas dari investasi yang ada,” pungkas Presiden. (Okezone)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *