• Indonesia
Emiten Properti Pendatang Baru Melejit di Tengah Koreksi
Properti

Emiten Properti Pendatang Baru Melejit di Tengah Koreksi

Emiten properti pendatang baru, PT Trimitra Propertindo Tbk. menargetkan angka penjualan hingga Rp 381 miliar dari pemasaran menara kedua pada proyek mixed use Parkland Avenue yang akan mulai dibangun pada Sabtu (1/12) mendatang di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Diputuskan memutuskan untuk lebih dini melakukan groundbreaking tower The Canary ini sebab minat masyarakat sudah cukup tinggi atas proyek ini. Semula, groundbreaking ditargetkan baru akan dilakukan pada tahun depan, meskipun pemasaran proyek ini sudah dilakukan sejak Apri lalu.

Hingga kini, sudah sekitar 420 unit apartemen dari pasokan 603 unit pada menara ini yang sudah terserap pasar. "Kita memutuskan untuk memajukan pembangunannya agar arus kas kita tahun depan lebih baik dan proyek ini bisa lebih cepat dibukukan sebagai pendapatan. Tahun depan juga ada kampanye dan pemilu yang tentunya sedikit menganggu pasar," kata Mariano Halilintar, Komisaris Independen Trimitra Propertindo.

Proyek ini menelan investasi hingga Rp 300 miliar, sedangkan total penjualnnya akan mencapai Rp 382 miliar. Tiap unit dipasarkan dengan harga antara Rp 300 juta hingga Rp 600 juta dengan tipe mulai dari 22 m2 hingga 44 m2 sel gross.

Adapun menara pertama sudah terjual seluruhnya dengan potensi pendapatan mencapai Rp 483 miliar dan investasi Rp 355 miliar. Perseroan mengalokasikan sebagian unit dari tower pertama ini untuk dijadikan hotel yang akan dikelola oleh salah satu merek ternama di Indonesia.

Kerja sama akan ditandatangani pada awal Desember mendatang. Emiten dengan kode saham LAND ini menggunakan dana hasil IPO yang diperoleh pada Agustus lalu senilai Rp 301 miliar untuk mendukung pembangunan proyek ini.

Proyek ini menempati lahan seluas 2,4 hektare dan akan dibangun hingga tiga menara apartemen. Kinerja pemasaran proyek ini cukup sukses karena perseroan mengusung konsep yang unggul. Proyek ini juga menyabet penghargaan sebagai The Most Pospective Condominium Develpment in Serpong dalam penganugrahan Properti Indonesia Award 2018 yang digelar Majalah Properti Indonesia pada awal Juli 2018 lalu.

Di sisi lain, sepanjang tahun 2018, sektor properti masuk ke dalam tiga besar sektor yang terkoreksi paling dalam setelah sektor barang konsumsi dan sektor perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) year to date (ytd) sektor properti , real estate dan konstruksi sudah merosot 12,72 persen.

Sektor properti sempat menguat pada awal bulan ini karena banyak berita positif saham properti. Salah satunya adalah kebijakan Kementerian Keuangan yang akan memangkas batas pengenaan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dari Rp 20 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Pemerintah juga menurunkan pajak penghasilan pasal 22 pembelian properti menjadi 1 persen dari 5 persen. Tapi efek kebijakan pemerintah tidak bisa berdampak besar bagi pemain properti. Sementara itu, BEI menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas PT Metro Realty Tbk (MTSM) yang di luar kebiasaan unusial market activity (UMA).

You can share this post!

Comments