• Indonesia
Erick Thohir Minta 7 RS BUMN Kebut Holding
Berita

Erick Thohir Minta 7 RS BUMN Kebut Holding

Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai mengebut proses pembentukan holding rumah sakit milik BUMN. Kali ini 7 rumah sakit plat merah yang akan tergabung dalam holding tersebut sudah merapat ke Indonesia Healthcare Corporation (IHC) yang dipimpin oleh PT Pertamina Bina Medika, yang tak lain adalah anak usaha dari PT Pertamina (Persero).

Ada tujuh rumah sakit BUMN yang akan tergabung dalam holding tersebut, antara lain PT Krakatau Medika, anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Rumah Sakit Pelabuhan yang merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), PT Pelindo Husada Citra dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).

Kemudian ada PT Nusantara Medika Utama dari PT Perkebunan Nusantara X, PT Nusantara Sebelas Medika dari PT Perkebunan Nusantara XI, PT Rolas Nusantara Medika anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara XII, serta PT Rumah Sakit Bakti Timah dari PT Timah Tbk.

Tujuh rumah sakit yang sudah datang ke rapat yang dipimpin oleh Pertamedika tersebut, sudah menandatangani Perjanjian Pengambilan Saham Bersyarat dengan Pertamedika pada Selasa, 30 Juni 2020. “Penggabungan ini akan menerapkan standarisasi kualitas dan operasional layanan di semua jaringan rumah sakit anggota dari holding di seluruh Indonesia” ucap Erick saat memberikan keterangan pada Selasa, 30 Juni 2020.

Erick percaya bahwa hal ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan rumah sakit BUMN serta meningkatkan standar kualitas medis di Indonesia. Hal ini pula yang diyakini Erick, bahwa nantinya bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit negara.

“Kami mendorong agar rumah sakit milik pemerintah ini bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat Indonesia supaya lebih memilih untuk berobat ke rumah sakit negara daripada berobat ke luar negeri.” ImbuhErick Thohir.

Selain itu, Erick Thohir juga memberikan target kepada holding supaya mampu menguasai pangsa pasar rumah sakit dalam negeri. Ia juga memberikan target pendapatan usaha dari holding bisa mencapai Rp. 4,5 trilliun. “Total aset saat ini diperkirakan mendekati Rp. 5 triliun” ucap Erick.

FathemaDjan Rachmat selaku Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika, mengatakan bahwa tahapan holding akan terus berlanjut ke RS BUMN yang lainnya. Namun ia mengaku masih belum merinci rumah sakit yang mana lagi yang akan masuk ke dalam holding. Pertamedika sudah lebih dulu mengajak RS Pelni untuk masuk ke dalam holding, karena ia yakin akan manfaat besar yang akan tercipta dari adanya holding RS BUMN ini.

“Kami berencana untuk menyelesaikan tahap ketiga segera dalam waktu dekat ini. Sehingga IHC nantinya akan menjadi rumah sakit dengan jaringan terbesar di Indonesia.” Katanya FathemaDjan Rachmat.

Fathema sendiri memiliki target akan ada 35 RS BUMN yang akan tergabung dalam holding di bawah naungan Pertamedika IHC ini. Holding ini juga sangat penting untuk pengembangan IHC ke depannya, terutama dari sisi peningkatan pelayanan, kualitas, operasional, teknologi, serta semua value yang ada di dalamnya.

Langkah awal yang dilakukan guna mendukung strategi tersebut adalah meningkatkan efisiensi pengadaan obat dan alat kesehatan, digitalisasi serta pengembangan laboratorium dan klinik.

“Pembentukan IHC yang dipimpin oleh Pertamedika ini memiliki tujuan untuk memperluas cakupan dan jangkauan wilayah serta mengembangkan cakupan pasar RS BUMN Indonesia hingga 80%” jelas Fathema.

Hingga saat ini, Pertamedika memiliki total 14 rumah sakit. Antara lain RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina), RS Pertamina Balikpapan, dan RS Pertamina Jaya (RSPJ). Sedangkan 11 RS lainnya tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta Papua.

You can share this post!

Comments