• Indonesia
Euro Diprediksi Akan Menguat di Tahun Ini? Berikut Ulasannya!
Analisa

Euro Diprediksi Akan Menguat di Tahun Ini? Berikut Ulasannya!

Beberapa analis forex dan analis pasar keuangan memprediksi bahwa Euro akan menguat, tepatnya di tahun ini. Rupanya pengatan mata uang Euro ini diprediksi menguat setelah penguatan Dollar AS telah berakhir masanya. Benarkah demikian?

Kondisi mata uang single currency saat ini adalah masih mengalami penurunan yang dihubungkan dengan politik di Italia yang sedang tidak menentu. Terdapat spekulasi bahwa partai-partai populis yang ada di Italia, yaitu 5-Star Movements dan League yang sedang merencanakan sebuah proposal untuk menghapus hutang pemerintah Italia di Bank Sentral Eropa sebesar 250 miliar euro.

Meskipun demikian, kemajuan zona Euro masih optimis bisa diperjuangkan. Masih banyak harapan untuk pelaksanaan pengetatan moneter ECB yang bisa dilakukan di tahun ini. Tentu saja hal ini ada dampaknya dengan penguatan Euro.

Ibaratnya, badai memang sedang melanda EUR/USD, namun badai ini akan segera berlalu. EUR/USD akan segera mencapai $1.26 tahun ini, yang sesuai dengan perkiraan konsensus dari survey yang dilakukan Bloomberg.

Bank-bank besar di dunia turut memprediksi Euro untuk kedepannya

Dalam rangka prediksi penguatan mata uang Euro di tahun ini, bank-bank besar yang ada di dunia turut memberikan prediksinya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa prediksi dari bank-bank besar mengenai penguatan Euro.

 

  • ING Groep IV

 

Menurut bank asal Belanda. ING Groep IV, melemahnya Euro saat ini dipengaruhi oleh ‘pukulan ganda’ jangka pendek yang terdiri dari lemahnya data ekonomi dan meningkatnya ketidakpastian dalam politik. Meskipun demikian, posisi dari Euro saat ini sudah lebih jelas dan lebih baik dibandingkan dengan bulan lalu.

Oleh karena itu dunia perlu menunggu munculnya factor negative murni bagi Euro yang tentu saja berdampak pada melemahnya mata uang, seperti kondisi Italia yang dianggap sebagai resiko bagi Eropa atau pelambatan ekonomi scera structural di Negara-negara Zona Euro. Namun tentu saja momentum turun ini akan mereda seiring dengan meredanya kekhawatiran dunia. ING Groep IV memprediksi Euro aka berada di kisaran $1.17 hingga $1.18 dan akan naik ,menjadi $1.30 di akhir tahun nanti.

 

  • Credit Agicole (CA)

 

Menurut CA, mata uang Euro turun disebabkan oleh selisih yield antara obligasi Zona Euro dengan obligasi AS, oleh karena itu EUR/USD dapat menembus low yang lebih rendah dalam jangka waktu yang singkat. Selain itu, jika pelebaran selisih yield ini  tidak bisa dihilangkan maka hal ini dapat memgganggu proses normalisasi kebijakan ECB yang buntuntnya akan membebai EUR/USD. Namun CA pun memprediksi mata uang Euro akan mencapai $1.30 pada akhir tahun ini dan divergensi ekonomi antara Eropa dan AS hanya akan terjadi sebentar dan sementara saja.

 

  • MUFG

 

Sedangkan menurut MUFG, politik yang terjadi di Italia akan membuat lebih banyak aksi jual terhadao mata uang Euro meskipun belum dikethaui secara pasti apakah hal ini akan terjadi dalam jangka waktu yang panjang atau pendek. Masih menurut MUFG, dalam beberapa waktu ke depan Euro masih akan terus menurun di bawah dan akan naik menjadi kisaran $1.26 pada akhir tahun nanti.

Itulah beberapa prediksi bank-bank besar terhadap nilai mata uang Euro. Meskipun secara umum Euro masih akan mengalami penurunan dalam waktu dekat, namun pada akhir tahun nanti hampir semua memprediksi bahwa nilainya akan menguat mulai akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019.

 

Sumber: seputarforex.com

 

You can share this post!

Comments