• Indonesia
Harga Minyak Mulai Mengalami Kenaikan Setelah Harganya Turun Drastis
Analisa

Harga Minyak Mulai Mengalami Kenaikan Setelah Harganya Turun Drastis

Semenjak terdengar kabar bahwa Arab Saudi dan Rusia akan meningkatkan produksi minyak di negara mereka. Menjadikan harga minyak di seluruh dunia menjadi turun drastis daripada biasanya. Penurunan harga minyak ini tentunya sanga berdampak negatif untuk para produsen minyak. Di karenakan dengan turunnya harga minyak apalagi di saat ramadhan tentunya akan memperkecil keuntungan para produsen minyak. Padahal biasanya para produsen ini di bulan ramadhan atau bahkan mendekati hari raya akan mendapatkan untung yang berlipat ganda di bandingkan dengan hari-hari biasa sebelum ramadhan. Ini karena kebutuhan minyak di bulan ramadhan semakin meningkat karena banyaknya pedagang takjil yang menggunakan minyak selama bulan ramadhan.

Tidak hanya di bulan ramadhan saja. Peningkatan kebutuhan minyak juga terjadi ketika mendekati hari raya. Ini karena banyak orang yang menggunakan minyak untuk di bawa ketika ber silturahmi ke rumah kerabat maupun rekan. Kebiasaan ini biasanya sering terjadi dan hingga sekarang masih dapat di jumpai di masyarakat perdesaan. Kebiasaan dan adat istiadat yang turun temurun dari keluarga terdahulu. Sehingga sulit sekali untuk di hilangkan. Hal ini lah yang kemudian menjadikan para produsen minyak di rugikan karena adanya penurunan harga minyak di seluruh dunia akibat dari dampak bahwa Arab Saudi dan Rusia yang akan meningkatkan produksi minyak di negara mereka.

Tetapi mulai tanggal 29 Mei kemarin seperti yang di lansir dari Kontan.co.id, harga minyak sudah mulai kembali naik menuju harga pasaran seperti biasa. Tetapi kenaikan harga ini belum bisa bergerak seperti biasa karena masih terhambat dengan adanya kabar bahwa Arab Saudi dan Rusia yang akan meningkatkan produksi minyak mereka. Hal ini sesuai dengan catatan dari Bloomberg yang mengatakan bahwa harga minyak mentah yang bertipe WTI atau West Texas Intermediate di dalam pengiriman bulan Juli 2018 yang akan datang menurun hingga harga $66.76 per barel. Harga ini turun sangat jauh jika di bandingkan dengan harga jual pada hari Jumat lalu. Perbandingan penurunan harga minyak ini mencapai hingga 1,64% .

Bahkan minggu lalu harga minyak jenis WTI ini menurun tajam hingga 4% yang kemudian berada di kisaran harga $70 per barel. Hal ini berbeda dengan harga minyak yang berjennis Brent. Karena minyak jenis ini mengalami peningkatan harga hingga 0,21% dan menuju harga $75,46 per barelnya. Hal ini tentunya tidak terlalu merugikan produsen minyak jenis brent ini. Karena meski adanya berita bahwa Arab Saudi dan Rusia akan meningkatkan produksi minyak mereka untuk mengantisipasi adanya kekurangan pasukan di pasar dunia. Berita ini tidak berpengaruh terhadap harga minyak jenis brent tersebut.

Seperti yang di tulis oleh Anz Bank pada selasa kemarin bahwa investor dunia sudah mulai menyesuaikan untuk harga minyak sesuai dengan kabar bahwa Arab Saudi dengan Rusia yang akan meningkatkan produksi minyak mereka hingga 1 juta barel setiap harinya. Hal ini bertujuan untuk menutupi kekurangan minyak di Iran dan Venezuela. Hal ini justru berbanding terbalik dengan negara Amerika Serikat, yang produksi minyaknya sangat melimpah dan tidak ada masalah dalam kekurangan pasokan minyak yang mereka distribusikan. Sedangkan untuk menyikapi penurunan harga minyak ini pihak pengurus di seluruh dunia akan mengadakan OPEC atau The Organization Of The Petroleum Exporting Countries yang akan di adakan di Wina pada tanggal 22 Juni nantinya.

{literal} {/literal}
Harga minyak sudah mulai kembali naik menuju harga pasaran seperti biasa

You can share this post!

Comments