• Indonesia
IHSG Tergelincir ke Wilayah Negatif
Berita

IHSG Tergelincir ke Wilayah Negatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke wilayah negatif dan melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (10/40. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG terpantau melemah 0,25 persen atau 15,33 poin ke level 6.468,02 pada pukul 09.17 WIB, setelah dibuka turun 0,12 persen atau 7,57 poin di leve 6.476,78.

Sepanjang perdagangan pagi tadi, IHSG bergerak di level 6.456,67 - 6.478,16. Adapun pada perdagangan kemarin, Selasa (9/4), IHSG berakhir menguat 0,91 persen atau 58,61 poin di level 6.484,35. Lima dari sembilan sektor bergerak di zona merah pagi tadi, dipimpin sektor infrastruktur (-0,97 persen) dan finansial (-0,37 persen).

Empat sektor lainnya bergerak di zona hijau, dipimpin sektor properti yang naik 0,36 persen. Padahal, IHSG sukses membukukan rebound dan diturup menguat 0,91 persen atau 58,61 poin di level 6.484,35 pada perdagangan kemarin.

Sebelumnya, IHSG sempat mencicipi zona hijau selama beberapa menit sebelum kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,39 persen ke level 6.459 pada penutupan sesi I hari ini. Indeks Nikkei 225 Jepang minus 0,64 persen, indeks Shanghai China tergelincir 0,4 persen, indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,36 persen dan Kospi Korea Sealtan turun tipis 0,01 persen.

Semua indeks sektoral konstituen IHSG memerah dengan rata-rata koreksi di bawah 1 persen. Sektor konsumer yang mendapat sentimen positif dari kenaikan penjualan ritel justru tak berdaya. Data penjualan ritel (retail salaes) bulan Februari yagn diumumkan Bank Indonesia (BI) periode Februari dilaporkan tumbuh 9,1 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya di angka 7,2 persen.

Sejauh ini, kinerja pertumbuhan indeks sektor konsumer masih minus sebesar 0,49 persen berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per kemarin. Di sisi lain, investor asing tak lagi jor-joran masuk ke pasar saham. Asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp 13,26 miliar hingga siang ini. Beberapa saham big caps yang menjadi Pemberat IHSG yakni, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (-1,26 persen), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (-0,45 persen), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk/MAPA (-11,69 persen), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (-0,65 persen) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk/INKP (-4,08 persen).

Secara teknikal, IHSG cenderung bergerak fluktuatif. Sejauh ini pelemahan IHSG belum mampu menembus level 6.450 sebagai level penahan penurunannya (support level).Pada sesi II fluktuasi pada IHSG berpotensi masih berlanjut dengan kecenderungan melemah terbatas. Hal ini sesuai dengan pola bearish harami mendindikasikan pelemahan IHSG meski sifatnya kurang terlalu kuat.

You can share this post!

Comments