• Indonesia
Ingin Mengunakan Asuransi Jiwa? Jangan Sampai Melakukan 5 Kesalahan Ini
Asuransi

Ingin Mengunakan Asuransi Jiwa? Jangan Sampai Melakukan 5 Kesalahan Ini

Asuransi menjadi salah satu layanan perlindungan yang banyak digunakan di Indonesia. Dengan adanya perlindungan ini, masyarakat tidak perlu khawatir akan hal buruk yang menimpanya. Pihak asuransi akan memberikan tanggungan dengan jumlah tertentu sesuai dengan kerugian yang dialami. Di antara banyaknya jenis asuransi, asuransi jiwa menjadi salah satu perlindungan yang jarang digunakan.

Saat ini, jumah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 267 juta jiwa. Namun, Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, seperti dilansir dari Kompas, hanya sekitar 6% masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan asuransi jiwa. Padahal, asuransi jiwa itu sendiri memiliki berbagai manfaat.

Adapun manfaat dari asuransi, di antaranya melindungi ahli waris, menciptakan perasaan aman, dan lain-lain. Ada pun lima golongan orang yang membutuhkan asuransi jiwa, yaitu orang yang sudah berkeluarga, pencari nafkah utama, memiliki cicilan besar, memiliki anak yang masih kecil, dan bekerja di sektor yang memiliki resiko keselatan tinggi.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan asuransi, Anda tentu saja harus mengetahui syarat dan ketentuan apa saja yang berlaku. Namun, ada saja kesalahan umum yang sering dilakukan, sehingga asuransi jiwa tersebut tidak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Apa saja kesalahan yang seringkali dilakukan? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Tidak memahami isi polis

Salah satu kesalahan yang sering terjadi, yaitu tidak memahami isi polis. Polis merupakan dokumen yang berisi tentang perjanjian antara pihak tertanggung dan pihak asuransi. Jika Anda tidak benar-benar memahami isinya, ada banyak resiko yang bisa terjadi salah satunya, yaitu tanggungan dana yang tidak kunjung cair bahkan ditolak.

Oleh karena itu, pastikan Anda benar-benar memahami isi polis karena perjanjian tersebtu berisi tentang jak dan kewajiban pihak tertanggung dan pihak asuransi.

2. Tidak sesuai dengan kebutuhan pertanggungan

Hal ini menjadi salah satu kesalahan yang banyak terjadi saat akan menggunakan layanan asuransi. Kebanyakan orang tidak mempertimbangkan kebutuhan pertanggungan yang dibutuhkan. Yang terjadi adalah uang jaminan yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah pertanggungan yang dibutuhkan yang sudah disepakati di awal. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih produk asuransi dengan premi yang tepat sesuai dengan kebutuhan pertanggungan.

3. Memilih Premi Murah

Biaya premi yang murah tentu sangat diminati oleh calon nasabah. Namun, premi yang murah tidak selalui sesuai dengan biaya pertanggungan asuransi jiwa yang Anda butuhkan. Oleh karena itu, hitunglah terlebih dahulu secara rinci setiap kebutuhan anggota keluarga jika sewaktu-waktu resiko yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Mudahnya, Anda bisa mempertimbangkan jumlah tanggungan dengan menyesuaikan dengan penghasilan.

4. Menganggap asuransi sebagai Investasi

Layanan asuransi tentu saja tidak sama dengan investasi. Asuransi merupakan pihak ke tiga untuk pengalihan resiko, yang mana pihak tersebut akan memberikan tanggungan kepada yang tertanggung sesuai dengan jumlah kerugian. Sedangkan, investasi adalah

5. Salah menetapkan tertanggung pada polis

Memilih pihak tertanggung pada asuransi jiwa ini tentu saja sangat penting. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih pihak tertanggung yang benar-benar layak untuk mendapatkan asuransi, seperti kepala keluarga yang menjadi sumber penghasilan, orang yang memiliki resiko keselamatan pekerjaan yang tinggi, dan lain sebagainya. Dengan demikian, manfaat asuransi jiwa tersebut bisa dirasakan sebaik mungkin.

Itulah lima kesalahan umum yang terjadi saat menggunakan asuransi jiwa. Gunakan asuransi secara bijak agar Anda bisa merasakan manfaatnya. Semoga bermanfaat.

 

You can share this post!

Comments