• Indonesia
Ini Syarat Memiliki Rumah Bersubsidi
Properti

Ini Syarat Memiliki Rumah Bersubsidi

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia yang semestinya dipenuhi agar memiliki tempat bernaung. Tapi sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah karena kondisi keuangan yang belum cukup untuk membeli sebuah rumah yang terbilang cukup mahal. Bahkan KPR pun dirasa berat jika penghasilannya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sampai 2017, masih terdapat 11,4 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki rumah. Sebetulnya, dengan gaji yang pas-pasan, masih bisa memiliki rumah. Telah muncul KPR khusus untuk rumah yang bersubsidi sebagai bagian dari program pemerintah.

Melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), mencanangkan program satu juga rumah dan KPR rumah bersubsidi adalah salah satunya. Apa yang dimaksud rumah bersubsidi? Merupakan rumah yang mendapat subsidi dari pemerintah berupa bebas pajak dan cicilan dengan bunga yang sangat rendah. Berikut syaratnya.

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

Fasilitas KPR bersubsidi hanya dikhususkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia. Jika orang yang bekerja di luar negeri, maka tidak bisa mengajukan rumah bersubsidi. Selain itu, rumah subsidi harus didiami dan ditinggali.

Jika rumah subsidi dialihkan atau dikontrakan kepada pihak ketiga, maka fasilitas subsidi akan dicabut bank pemberi kreditnya. Otomatis, cicilan setiap bulan yang harus dikeluarkan lebih mahal sehingga memang harus dimanfaatkan dengan bijak.

2. Minimal Berusia 21 Tahun atau Sudah Menikah

Pemerintah telah menetapkan bahwa minimal usia untuk dapat mengajukan kredit kepemilikan rumah subsidi adalah berusia 21 tahun. Jika belum berusia 21 tahun, tapi telah menikah, sebetulnya juga bisa mengajukan KPR bersubsidi. Segeralah memiliki rumah impian jika sudah cukup usia atau menikah.

3. Belum Pernah Menerima Fasilitas Rumah Bersubsidi

Rumah bersubsidi ini hanya bisa diberikan jika belum pernah memiliki rumah atau dapat dikatakan rumah subsidi adalah rumah pertamanya. Jika sudah pernah mengajukan pembelian rumah melalui bank, artinya sudah tidak bisa lagi mendapatkan rumah bersubsidi.

Pada dasarnya, setiap warga yang termasuk belum memiliki rumah, berhak mendapatkan rumah dengan fasilitas KPR bersubsidi.

4. Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan SPT Tahunan PPh harus dilampirkan oleh setiap pemohon karena akan berhubungan dengan Pajak Bumi Bangunan (PBB) rumah yang akan dimiliki nanti. Jika belum memilikinya, NPWP bisa dibuat di Kantor Pajak maupun bisa juga lewat online.

5. Berpenghasilan Maksimal Rp 4 Juta untuk RST dan RP 7 Juta untuk Rumah Susun

Program rumah bersubsidi ini memang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengna penghasilan maksimal adalah Rp 4 juta perbulan untuk Rumah Sederhana Tapak (RST) dan Rp 7 Juta per bulan untuk Rumah Susun Milik atau vertical housing.

Jika gaji yang didapatkan telah melebihi nominal tersebut, maka tidak berhak untuk mendapatkan rumah bersubsidi. Artinya, rumah bersubsidi memang hak bagi yang memang membutuhkannya.

You can share this post!

Comments