• Indonesia
Ini yang akan Terjadi pada Ekonomi Inggris 2019 Jika Brexit Terealisasi
Analisa

Ini yang akan Terjadi pada Ekonomi Inggris 2019 Jika Brexit Terealisasi

Ekonomi Inggris akan turun dari posisi lima terbesar di dunia menjadi ke tujuh. Hal ini akan terjadi setelah Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa pada tahun depan. Jika berpisah secara baik-baik dengan Uni Eropa, diramal ekonomi Inggris bisa tumbuh 1,6 persen pada 2019.

Angka itu lebih besar dibanding proyeksi pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 1,3 persen. Dengan pertumbuhan itu, nilai ekonomi Inggris akan disalip Prancis dan India. Ranking ekonomi ini berdasarkan ukuran ekonomi nasional berbasis dolar AS (Amerika Serikat).

India diperkirakan tumbuh tahun depan akan merebut posisi lima ekonomi terbesar dunia tahun 2019 dari Inggris. "India merupakan negara dengan ekonomi besar dan laju pertumbuhan tercepat di dunia. Ini didukung populasi yang besar, faktor demografi serta potensi mengejar pertumbuhan PDB per kapita yang saat ini masih rendah," kata Mike Jakeman, Ekonom perusahaan akuntansi PwC, seperti dikutip Reuters.

Sedangkan Prancis akan menduduki posisi ke enam di atas Inggris. "Ekonomi Prancis dan Inggris selama ini saling salip-salipan, tetapi karena perlambatan pertumbuhan ekonomi Inggris tahun 2018 dan berlanjut pada 2019, ini akan menguntungkan Prancis," kata Mike.

Perekonomian Inggris melambat dan nilai pound merosot setelah keputusan referendum Brexit 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa. "Dan lagi pada 2019, kemungkinan akan membalik kesimbangannya dan mendukung Prancis," kata Mike.

Sementara itu, poundsterling bergerak menguat di tengah pelemahan dolar AS menyusul tingginya ekspektasi pasar bahwa kebijakan bunga Federal Reserve (The Fed) di tahun depan tidak akan seagresif tahun ini.

Terlebih Presiden AS, Donald Trump, kembali melontarkan ketidaksukaannya terhadap rencaha The Fed menaikkan suku bunga di pertemuan FOMC pada hari ini, Rabu (19/12). Dari Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyampaikan ronde baru pembicaraan tentang Brexit di depan parlemen Inggri pada hari Senin (17/12) lalu.

Tetapi hanya sedikit perkembangan baru yang disampaikan dan May juga mengumumkan bahwa dia akan menahan proposal Brexitnya saat ini dari pemungutan suara parlemen hingga pertengahan Januari.

Kubu May mengatakan kurangnya waktu untuk menyelesaikan kesepakatan alternatif akan menyebabkan tidak ada pemilih yang mendukung kesepakatan saat voting di House of Commons. Kemarin tidak ada rilis data ekonomi Inggris.

Namun hari ini akan ada rilis inflasi yang akan sangat berdampak pada pergerakan poundsterling. Kemarin poundsterling diperdagangkan 1.2647, naik 0,22 persen atau 18 pip. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini dan pada 2019 tampaknya akan menjadi yang terlemah seja resesi terakhir negara itu.

Hal ini karena terhentinya investasi bisnis dan permintaan konnsumen yang lemah menjelang Brexit. Dikatakan pertumbuhan pada 2018, kemungkinan akan melambat menjadi 1,2 persen sebelum naik tipis 1,3 persen pada 2019.

You can share this post!

Comments