• Indonesia
Inilah 4 Lembaga yang Ada di Bawah Pengawasan OJK
Keuangan

Inilah 4 Lembaga yang Ada di Bawah Pengawasan OJK

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, menurut Undang-undang No. 21 Tahun 2011, merupakan lembaga yang bebas dan independen dari campur tangan pihak lain, dengan tugas dan fungsi untuk melaksanakan pengaturan serta pengawasan terintegrasi pada seluruh aktivitas sektor jasa keuangan. Saat ini, OJK menaungi berbagai lembaga keuangan untuk menjamin keamanan, sehingga nasabah bisa terhindar dari segala modus penipuan, dan lain sebagainya.

Untuk saat ini, Ada ribuan lembaga keuangan di Indonesia yang berada pada pengawasan OJK. Lebih lengkapnya, simak rangkumannya di bawah ini.

1. Perbankan

Perbankan meruapakan salah satu lembaga keuangan terbesar di Indonesia. Sebelumnya, sistem perbankan berada di bawah pengawasan Bank Indonesia. Namun, agar menciptakan sistem ekonomi yang terintegritas, perbankan kini diawasi oleh OJK sebagai lembaga yang independen. Meskipun begitu, Bank Indonesia tetap berwenang untuk mendapatkan laporan perkembangan dari OJK agar bisa membuat kebijakan moneter yang sesuai dengan perkembangan pasar.

2. Pasar Modal

Pasar modal merupakan salah satu wadah yang banyak digunakan unuk investasi. Dana yang ditanamkan melalui pasar modal tentu sangat besar hingga triliunan rupiah. Sebagai lembaga pengawas independen, OJK berusaha untuk meningkatkan keamanan serta perlindungan terhadap investor yang berkecimpung di dunia pasar modal.

Sebelumnya, pasar modal diawasi oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lemabaga Keungan. Sejak tahun 2013, OJK mengambil alih tugas tersebut agar sistem pengawasan pada transasksi keuangan di Indonesia lebih sehat.

3. Jasa Keuangan non-bank

Adapun lembaga jasa keuangan non-bank yang berada di bawah pengawasan OJK, yaitu sebagai berikut:

a. Asuransi
Perusahaan asuransi umumnya sering terlibat masalah dalam industry keuangan, khususnya pada kasus tindakan pemberesan harta kekayaan konsumen dan juga pembiayaan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh OJK pada tanggal 21 Desember 2015, ada 136 perusahaan asuransi yang sudah terdaftar di OJK. Jumlah tersebut terdiri atas 2 perusahaan asuransi sosial, 3 perusahaan asuransi wajib, 6 perusahaan reasuransi, 50 perusahaan asuransi jwa, dan 76 asuransi umum.

b. Dana Pensiun
OJK juga melindungi dana pensiun masyarakat Indonesia. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan haknya dan juga bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penipuan, dan lain sebagainya.

c. Lembaga pembiayaan
Adapun lembaga pembiayaan lainnya yang berada di bawah pengawasan OJK, yaitu perusahaan finance, koperasi simpan pinjam (kosipa), dan masih banyak lagi.

d. Financial Technology
Financial Technology atau Fintech merupakan salah satu layanan transaksi yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Untuk keamanan transaksinya, OJK bertugas untuk mengawasinya agar penggunanya terhindar dari segala bentuk penipuan.

4. Lembaga Keuangan Khusus

Menurut OJK, Lembaga Keuangan Khusus merupakan perusahaan atau lembaga yang didirikan dengan fungsi dan tujuan tertentu, biasanya berkaitan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Adapun beberapa lembaga khusus yang diawasi OJK di antaranya Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan, PT. Danareksa (Persero), PT. Permodalan Nasional Madani, Lembaga Penjamin, Lemabaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan lain-lain.

Itulah empat lembaga di Indonesia yang berada di bawah pengawasan Jasa Otoritas Keuangan. Sebelum terdaftar, setiap lembaga atau perusahaan harus mengikuti uji kelayakan agar mendapat status resmi dari OJK. Adapu peranan OJK dalam mengawasi sektor-sektor keuangan, yaitu untuk memberikan pelayanan yang stabil dan berkelanjutan, melindungi kepentingan masyarakat Indonesia, dan menciptakan transaksi yang lebih aman dan akuntabel.

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

You can share this post!

Comments