• Indonesia
Inilah Alasan Mengapa Bisnis Boba Semakin Menjamur
Peluang Usaha

Inilah Alasan Mengapa Bisnis Boba Semakin Menjamur

Saat cuaca sedang panas, air dingin menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan dahaga sekaligus menyegarkan tubuh. Alih-alih membeli jus atau air mineral dingin, milenial saat ini lebih memilih untuk membeli minuman boba yang rasanya tidak kalah menyegarkan. Saat menyentuh lidah, boba tersebut akan pecah dan mengeluarkan rasa manis yang sangat memanjakan lidah.

Apa itu Boba?

Boba merupakan isian minuman yang berbahan dasar tepung tapioka. Boba biasanya digunakan untuk minuman yang mengandung krim cair, susu, dan sejenisnya. Boba mulai dikenal di Taiwan dan menjadi salah satu minuman yang digemari oleh masyarakat disana, mulai dari kalangan anak muda hingga orang tua.

Boba itu sendiri memiliki tekstur yang sangat lembut, sehingga ketika digigit Anda akan merasakan rasa manis gula merah serta madu yang sangat lezat. Biasanya, Boba selalu dipadukan dengan Bubble Tea, yaitu minuman yang berbahan dasar teh dan susu. Kedua bahan tersebut merupakan perpaduan yang sangat pas, apalagi jika disajikan dalam keadaan dingin.

Peluang Bisnis Boba

Melihat antusiasme masyarakat Taiwan yang cukup tinggi dalam mengonsumsi Boba, banyak pebisnis Indonesia yang mulai membuka franchise bisnis minuman ini. Peluang bisnis boba tentu saja sangat dimanfaatkan dengan baik, sehingga pada akhirnya minuman yang satu ini sangat diminati di Indonesia.

Menurut Ahmad Heri, Pengamat Ekonomi dan Bisnis Indef, permintaan masyarakat akan minuman yang praktis dan sedikit bahan pengawet terus meningkat. Hal inilah yang membuktikan bahwa minuman boba sampai detik ini masih tetap eksis. Bahkan, saat ini Anda bisa melihat orang-orang yang rela mengantre di setiap kedai minuman boba.

Lalu, mengapa bisnis minuman boba saat ini begitu menjamur?

1. Harganya yang Relatif Terjangkau

Harga untuk satu gelas minuman boba relatif terjangkau. Anda bisa mendapatkan satu gelas minuman boba mulai dari harga 5 ribu rupiah sampai 35 ribu rupiah tergantung ukuran, varian rasa, dan tambahan topping. Bagi kedai minuman yang sudah memiliki nama, harga minuman boba cenderung lebih mahal, namun masih bisa dijangkau.

Selain itu, banyak merchant minuman boba yang bekerjasama dengan sejumlah platform digital, sehingga konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan mendapatkan diskon atau cashback. Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih tertarik untuk mengonsumsi minuman yang satu ini.

2. Modal Sedikit Untung Banyak

Menjual minuman boba bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat. Menurut seorang pakar the, Ratna Somantri, Anda bisa menjual harga per botol 15 ribu dengan mengambil untung 10 ribu per botolnya. Jika bisa menjual 30 botol per hari, Anda bisa mendapatkan untuk 300 ribu perhari. Dalam satu bulan, Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga 9 juta rupiah dengan modal hanya ratusan ribu saja.

Untuk mendapatkan keuntungan, tentu saja diperlukan strategi pemasaran yang baik, baik itu secara online maupun offline.

Selain itu, Ronald Layandi,General Manager Kamutea Indonesia menambahkan, pelaku bisnis minuman boba di Indonesia mampu berinovasi dengan mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini, khususnya di kalangan anak muda.

Menurutnya, minuman boba sama dengan fashion, yang mana perputarannya akan ada sekian tahun kemudian, lalu ada lagi. Bisnis yang satu ini terbilang mampu bertahan dibandingkan dengan jenis bisnis minuman lainnya karena inovasi yang terus berkembang, sehingga bisa memperluas pasar. Hal tersebut bisa membuat masing-masing merk minuman boba dikenal oleh semua orang.

Itulah alasana mengapa bisnis minuman boba masih menjamur hingga saat ini. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis ini?

 

You can share this post!

Comments