• Indonesia
Investasi, Yuk! Mulai dengan Langkah Ini!
Investasi

Investasi, Yuk! Mulai dengan Langkah Ini!

Investasi adalah menyimpan sejumlah uang tertentu untuk persiapan atau kepentingan masa depan. Hal ini berbeda dengan menabung karena ketika menabung, uang yang kamu miliki tidak bertambah. Meskipun menabung di bank. Jika jumlah uang yang disetorkan kecil, tabungan tidak akan bertambah karena bunga tetapi berkurang dipotong biaya administrasi.

Kekurangan investasi dibandingkan menabung adalah adanya faktor resiko. Saat kamu berinvestasi, seperti jenis saham dan forex mungkin saja gagal alias mengalami kerugian. Meskipun kerugian yang mungkin dialami ketika investasi tidak sebesar resiko menjalankan usaha sendiri.

Bisnis secara umum termasuk bagian dari investasi. Namun, investasi sering diartikan sebagai menyimpan uang tanpa ada usaha di dalamnya. Tidak perlu bekerja keras, nilai investasi akan terus bertambah.

Contohnya, ketika kamu menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli logam mulia sebesar Rp500.000,00. Lima atau sepuluh tahun yang akan datang nilai atau harganya akan semakin tinggi. Ini terjadi karena inflasi terus meningkat. Nilai uang semakin rendah. Belum tentu di masa depan dengan nilai uang yang sama kamu dapat membeli logam mulia.

Tips Memulai Investasi Bagi Pemula!

Menarik bukan hasil yang kamu peroleh dari investasi? Tertarikkah kamu?

Bagi yang tertarik dan belum tahu caranya untuk memulai, perhatikan tips berikut!

  1. Mempersiapkan Modal

Tentu saja untuk investasi kamu membutuhkan modal. Tidak perlu banyak! Saat ini ada investasi yang hanya memerlukan uang Rp100.000,00.

Investasi emas yang cukup mahal harganya dapat dilakukan dengan menyicil. Pegadaian dan beberapa bank syariah ada yang mengakomodir kebutuhan kamu akan investasi logam mulia.

 

  1. Mengenali Jenis Investasi

Langkah atau tips kedua, kamu harus mengenali berbagai jenis produk investasi.

Di Indonesia dikenal beberapa jenis investasi. Jenis logam mulia, reksadana, valuta asing, saham, properti, dan deposito menjadi investasi pemula yang banyak diincar.

Kenali jumlah modal yang dibutuhkan, jangka waktu, kelebihan, dan kekurangan setiap produk investasi. Dengan mengetahui produk kamu dapat memilih investasi yang tepat sesuai kebutuhan dan modal yang dimiliki.

Investasi logam mulia lebih baik dalam bentuk batangan karena ketika dijual tidak akan dipotong ongkos bikin. Harga logam mulia juga cenderung naik karena dipengaruhi nilai dolar dan termasuk tahan inflasi.

Produk properti banyak macamnya. Ada tanah, kontrakan, ruko dan kios, kos-kosan, dan apartemen dan kondominium yang dijual beli dan disewakan. Keuntungan properti cukup besar tergantung lokasi. Namun, modal yang diperlukan juga lumayan tinggi ditambah biaya perawatan.

Investasi saham dan valas menjadi incaran banyak pemula. Modalnya hampir sama dengan lpgam mulia yang tidak besar. Namun, jenis produk ini beresiko cukup tinggi terkena inflasi dan dipengaruhi kondisi perekonomian negara.

Reksadana merupakan investasi yang terbilang baru dikenal. Kamu menitipkan sejumlah uang tertentu untuk digunakan sebagai modal usaha sebuah perusahaan melalui lembaga keuangan. Jenis produk investasi ini cukup prospek tetapi kamu harus hati-hati dalam memilih lembaga yang dipercaya.

Deposito merupakan tabungan berjangka. Oleh karena itu, bunga yang diberikan pihak bank akan lebih besar dari tabungan biasa.

  1. Menetapkan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi

Tetapkanlah tujuan investasi dan jangka waktu yang kamu inginkan!

Untuk tujuan dan jangka waktu yang cukup panjang kamu dapat memilih properti, misalnya jika modal memungkinkan. Namun, jika tujuan investasi adalah jangka pendek, sebaiknya pilihlah jenis investasi lain.

  1. Memperhatikan Likuiditas Investasi

Likuiditas, secara sederhana berarti sebagai kemudahan suatu barang atau investasi untuk dicairkan menjadi uang tunai.

Kamu harus memahami bahwa investasi properti membutuhkan kesabaran dan deposito tidak dapat diambil jika jangka waktu yang ditentukan belum jatuh tempo.

Emas, saham, dan reksadana termasuk investasi yang likuiditasnya mudah dan tinggi.

  1. Mengenali Resiko sebagai Investor

Di atas telah disebutkan bahwa investasi mengandung resiko. Ini harus disadari benar. Kamu sudah siap dengan segala resiko buruk yang mungkin terjadi.

Conton, resiko properti dapat hilang dan rusak karena bencana alam dan resiko saham harganya akan turun jika perusahaan mengalami kerugian dan masalah.

Itulah 5 tips dan langkah memulai investasi! Yuk segera wujudkan niat untuk investasi! Jangan ditunda lagi karena akan banyak kesempatan yang hilang. Semoga sukses!

You can share this post!

Comments