BKPM: Minat Investasi Baru Tiongkok Rp26 Triliun

paket-ekonomiJakarta – Kegiatan Indonesia Investment Marketing 2015 yang diselenggarakan di Shanghai berhasil mencatatkan minat investasi baru dari Tiongkok sebesar US$ 1,9 miliar (setara dengan Rp 25,65 triliun dengan kurs Rp 13.500 per dolar AS).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menjelaskan bahwa dari jumlah US$ 1,9 miliar tersebut, industri semen merupakan salah satu kontributor utama dengan prosentase kontribusi mencapai US$ 1 miliar atau setara dengan 52%.

“Selanjutnya diikuti oleh investasi di bidang pariwisata senilai US$ 600 juta, industri galangan kapal US$ 300 juta, industri baja US$ 10 juta dan industri tekstil dan produk tekstil US$ 8 juta,” paparnya.

Franky menambahkan bahwa pihaknya akan mendorong agar investor-investor tersebut dapat memanfaatkan layanan izin investasi tiga jam.

Ia mengatakan Informasi mengenai izin investasi tiga jam telah disampaikan dalam paparan dan dalam sesi tanya jawab dan one on one meeting dengan beberapa investor. Selain izin investasi tiga jam juga dijelaskan mengenai layanan end-to- end services kepada investor Tiongkok dengan adanya tim marketing officer BKPM yang siap memfasilitasi minat investasi mereka.

Dalam kegiatan promosi investasi tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal selaku inisiator kegiatan mendapatkan dukungan dan kerjasama yang positif dari Konjen RI Shanghai Kenssy Dwi Ekaningsih, Presiden Direktur UOB Bank Indonesia, Direktur Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, dan juga Kepala BKPMPT Provinsi Banten.

Tercatat 130 investor hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan di hotel Four Seasons tersebut. Pelaksanaan kegiatan tersebut memang dilakukan untuk menjaring minat investasi dari Tiongkok.

“Dari data BKPM periode Januari-September 2015 tercatat peningkatan komitmen investasi dari Tiongkok sebesar 46%, yaitu senilai US$ 13,9 miliar yang sudah mendapatkan izin prinsip di Indonesia,” jelasnya.

BKPM sendiri lanjutnya melakukan identifikasi minat tersebut secara berhati-hati mengingat selama ini, rencana investasi yang masuk dari RRT selalu tinggi, namun masih minim realisasinya.

Dari data BKPM rasio rencana investasi dan relisasi investasi dari RRT berada di level di bawah 10%. Secara kumulatif Januari-September 2015, realisasi investasi Tiongkok mencapai US$ 406 juta dengan jumlah proyek mencapai 705 proyek.

Sedangkan dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Tiongkok rata-rata tumbuh 66% per tahun, dari US$ 174 juta pada tahun 2010 menjadi lebih dari US$ 800 juta tahun lalu. Selain itu, dari sisi rencana investasi sejak 2010 hingga September 2015 tercatat minat investasi dari Tiongkok menembus angka US$ 36 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *