Newmont di Tangan Arifin Panigoro

Trucks carry ore from stockpiles at Newmont Mining Corp's copper and gold mine on Indonesia's Sumbawa island in this September 21, 2012 file photo. Newmont Mining Corp, the world's no. 2 gold producer, has revised down 2012 target production figures for its Indonesian mine, to 71,000 ounces of gold from 114,000 ounces previously. Annual copper output from the Batu Hijau mine on Sumbawa island is now expected to be 170.6 million pounds, from an earlier forecast of 192 million, spokesman Rubi Purnomo told Reuters.   REUTERS/Neil Chatterjee/Files   (INDONESIA - Tags: BUSINESS COMMODITIES TRANSPORT)

Pemilik PT Medco Energy International Tbk Arifin Panigoro telah memastikan dirinya akan menguasai seluruh saham PT Newmont Nusa Tenggara (NTT). Hal ini dipertegas Arifin usai dirinya melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu di Istana Merdeka.

“Kemarin ketemu Presiden cuma lapor saja, bahwa ini (pembelian saham Newmont) sudah hampir selesai,” tutur Arifin di Kantor DJP Jakarta, Selasa 5 April lalu.

Menurutnya, di tengah kondisi harga komoditas yang masih menurun , langkah atau strategi pengembangan perusahaan perlu dilakukan untuk bisa bertahan. Salah satu yang dilakukan dengan membeli saham Newmont.

Arifin menambahkan, dengan Newmont diharapkan akan banyak hasil seperti emas yang harganya relatif lebih stabil. Hal itu, kara Arifin, sebagai penunjang pendapatan perusahaan nantinya. “Emas relatif stabil. Kalaupun turun tapi enggak sejeblok komoditi kayak batubara,” paparnya.

Akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) ini pun sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Jokowi. Menurut Arifin usai pertemuan dengan Presiden Jokowi, kemampuan perusahaannya diyakini bisa mengoptimalkan pengolahan Newmont nantinya.

“Oh iya ini (Presiden Jokowi merestui) kemampuan nasional. Tentu dia (Presiden) akan membantu,” paparnya.

Arifin pun memastikan membeli seluruh saham tersebut, pihaknya mendapatkan pinjaman dana yang berasal dari luar dan dari dalam negeri yang salah satu diberikan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. “Tenang saja enggak lama lagi. Mandiri itu salah satunya. Pokoknya tunggu pengumuman lah,” tuturnya.

Di sisi lain, isu akuisisi ini membuat saham PT Medco Energy International Tbk (MEDC) mencetak rekor dengan naik 14 persen pada perdagangan Rabu 6 April lalu. Dengan demikian, tercatat harga saham perseroan mencatatkan nilai tertinggi sejak 21 Agustus 2015, Rp1.700.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *