• Indonesia
Investor Terbanyak di SBR005 Adalah Generasi Milenial
Investasi

Investor Terbanyak di SBR005 Adalah Generasi Milenial

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan saving bond ritel (SBR) seri kelima atau SBR005 telah terserap pasar dengan volumer RP 4 triliun.

Jumlah investor SBR005 mencapai 16.966 orang dengan atau 8.586 orang merupakan generasi milenial. Diungkapkan SBR 005 banyak diminati oleh investor berusia 19 sampai 39 tahun atau generasi milenial.

"Hal ini sejalan dengan fitur SBR005 yang dipasarkan secara online yang bisa diakses dengan perangkat teknologi informasi atau gadget," kata Loto S, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Menurut Loto, rata-rata generasi milenial membeli SBR005 melalui bank dan perusahaan efek sebanyak 768 investor dan sebanyak 822 melalui fintech.

Menguti data Kemenkeu, jumlah investor terbanyak setelah generasi milenial berasal dari generasi X atau berusaia 40 sampai 54 tahun dengan porsi 27,56 persen dari total investor.

Generasi baby boomers (55 sampai 73 tahun) menempati posisi ketiga dengan porsi 19,96 persen dari jumlah investor. Kemudian ada generasi tradisionalis (74 sampai 91 tahun) dengan kontribusi 1,8 persen.

Terkahir, generasi Z ( kurang dari 19 tahun) dengan kontribusi 0,07 persen. Sebelumnya, Loto mengatakan pemerintah memang mengincar generasi milenial untuk instrumen SBR005 ini.

Namun bila dilihat dari volume, mayoritas pemesanan SBR005 sebesar 42,57 persen dilakukan oleh Generasi Baby Boomers.

Kemudian 35,33 persen dari generasi X. Generasi milenial menyumbang 16,74 persen dari total volume SBR 005. Sisanya dari generasi tradisionalis 5,25 persen dan generasi Z 0,11 persen.

Berdasarkan profesi, volume pemesanan SBR005 banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai wiraswasta sebesar 37,75 persen.

Pegawai swasta 25,89 persen, ibu rumah tangga 13,32 persen, PNS, TNI dan Polri 6,53 persen, pensiunan 5,71 persen dan pelajar atau mahasiswa 19 persen.

Selanutnya, profesi profesional menyumbang 1,22 persen dan pegawai otoritas lembaga atau BUMN dan BUMD menyumbang 0,87 persen dari total volume investor.

Sisanya berasal dari pekerjaan lainnya sebesar 6,92 persen. "Tetapi jika dilihat dari jumlah investornya, SBR005 banyak diminati oleh mereka yang berprofesi sebagai pegawai swasta sebesar 37,59 persen,"  kata Loto.

Hasil penjualan SBR005 paling banyak dibeli oleh investor dari wilayah Indonesia Barat selain DKI Jakarta yang berkontribusi 45,34 persen dari total volume SBR005.

"Jika dilihat dari sisi gender, pembelian SBR005 banyak diminati oleh jenis kelami laki-laki. Terlihat dari data yang menunjukan 55,31 persen berasal dari jenis kelamin laki-laki dan sisanya 44,69 persen jenis kelamin perempuan," ucap Loto.

Saving Bond Ritel (SBR) merupakan salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia.

You can share this post!

Comments