• Indonesia
Jokowi akan Bangun Kawasan Ekonomi di Kalimantan Tengah
Berita

Jokowi akan Bangun Kawasan Ekonomi di Kalimantan Tengah

Percepatan infrastruktur berefek pada kondisi lingkungan industri yang kian semarak. Tandanya adalah keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Berikat (KB) semakin banyak berdiri.

Yang menarik, optimisme ini sejalan dengan proyeksi dari Bank Dunia bagi kawasan Asia Timur dan Pasifik. Kawasan ini dinilai akan tetap menjadi salah satu kawasan berkembang dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Pertumbuhan regional diperkirakan akan moderat ke angka 6 persen pada 2019, dengan asumsi harga komoditas stabil secara umum, moderasi dalam permintaan dan perdagangan global dan pengetatan bertahap kondisi keuangan global.

Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat menjadi 6,2 persen tahun ini karena penyeimbangan kembali domestik dan eksternal terus berlanjut. Negara-negara lain di kawasan diproyeksikan tumbuh 5,2 persen pada 2019 karena permintaan domestik yang tangguh mengimbangi dampak negatif dari melambatnya ekspor.

Pertumbuhan Indonesia diperkirakan akan tetap stabil di 5,2 persen. Di sisi lain, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), berjanji akan membuat sejumlah perubahan di Kalimantan Tengah. Salah satunya, Jokowi berjanji akan membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kalimantan Tengah.

Jokowi menyadari, pemerintah masih punya banyak pekerjaan untuk mengatasi berbagai masalah di Palangkaraya, Ibu Kota Kalteng. "Pembangunan KEK akan dilakukan di Kalteng agar pertumbuhan ekonomiĀ  semakin baik," kata Jokowi.

Namun ia meyakini pekerjaan itu dapat diselesaikan satu per satu selama 4,5 tahun pemerintahannya berjalan. Salah satu pekerjaan yang baru saja diselesaikan Jokowi sebagai presiden yakni pengembangan kawasan Bandara Tjilik Riwut. Kemarin sore, Jokowi sebagai presiden juga telah menyempatkan diri untuk meresmikan teminal Bandara Tjilik Riwut yang baru.

Selain itu, Jokowi juga membanggakan pembangunan Gardu Induk Pangkalan Bun Berkapasitas 150 KV plus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalteng-I. "Yang dulunya ahanya 5 ribu mter persegi, sekarang luasnya sudah 29 ribu meter persegi. Ini terminal bandara termasuk yang terbesar di Indonesia," ujar Jokowi.

Menurutnya, pembangunan ini tak lepas dari upaya pemerintah memberi pelayanan kepada masyarakat. Jokowi dalam kesempatan yang sama juga menjanjikan agar Kateng terbebas dari masalah peredaran narkoba. "Ini upaya memberi pelayanan ke masyarakat, jangan sampai kita kekurangan listrikm" tutur Jokowi.

Ia berjanji akan memerintahkan langsung Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, untuk mengatasi permasalahan tersebut. "Nanti akan saya perintahkan kapolda, kapolri agar tegas terhadap pengedar narkoba di Kalteng. Jangan diberi ampun, merusak generasi itu," tegas Jokowi.

You can share this post!

Comments