• Indonesia
Keaktivan Investor Syariah Mencapai 40 Persen
Keuangan

Keaktivan Investor Syariah Mencapai 40 Persen

Upaya meningkatkan partisipasi dan keaktifan investor syariah di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya seperti langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merilis program edukasi pasar modal syariah dan IDX Islam Challenge 2019.

Jumlah investor syariah di pasar modal meningkat signifikan sejak tahun 2014. Selama lima tahun terakhir tercatat Bursa Penyedia layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS) meningkat signifikan, yakni 1,644 persen dari 2.075 menjadi 47.165 investor per Februari 2019.

"Tingkat keaktifan investor syariah mencapai 40 persen. Pertumbuhan ini merupakan konsistensi dalam memberikan edukasi dan sosial dan sosialisasi dari BEI mengenai investasi pasar modal Syariah ke berbagai lapisan masyarakat di Indonesia," ujar Inarno Djajadi Anggota, Direktur Utama BEI.

Ia menambahkan, program pengembangan pasar modal syariah ini meliputi edukasi, literasi dan inklusi secara regular kerja sama dengan pihak lain. Program edukasi terdiri dari tiga jenis, sekolah pasar modal syariah (SPMS), workshop pasar modal syariah dan aktivasi investor saham syariah.

Edukasi pasar modal syariah didukung 10 AB-SOTS, Indopremier Sekuritas, Phintraco Sekuritas, Mandiri Sekuritas, FAC Sekuritas, MNC Sekuritas, BNI Sekuritas, Panin Sekuritas, Phillip Sekuritas RHB Sekuritas dan Henan Sekuritas.

Selain itu, edukasi pasar modal syariah ini bekerjasama dengan berbagai pihak antara lain, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), BAZNAZ, kalangan Nadhlatul Ulama melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU), GP Ansor dn Fatayat NU serta Komunitas Hijabers, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Komunitas Investor Saham Pemula (ISP).

Tahun ini selain meyelenggarakan edukasi, BEI akan memberikan penghargaan kepada investor saham syariah yang aktif bertransaksi. BEI sendiri menargetkan pertumbuhan jumlah investor syariah naik sampai 100 persen menjadi 89.072 investor pada tahun ini.

BEI akan melipatgandakan insentif pada investor yang aktif melakukan transaksi. Disebutkan komposisi investor saham syariah Indonesia pada 2018, mencapai 44.536 investor. Angka ini naik 92 persen dibandingkan 2017, sebesar 23.207 investor.

"Semua bicara tentang data dan fakta. Jadi tidak lagi kata-katanya karena RI punya potensi pasar modal syariah terbesar di dunia. Data World Bank 2017, menunjukan 87 persen penduduk kita muslim dan 64 persen kelompok produktif," tegas Inarno.

Jika dibandingkan dengan total jumlah investor saham yang tercatat di data Single Investor Identification (SID) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2018, maka total jumlah investor saham syariah baru mencapai 5,2 persen.

You can share this post!

Comments