• Indonesia
Ketika IHSG Bearish, Lakukan Empat Hal ini
Artikel

Ketika IHSG Bearish, Lakukan Empat Hal ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai sebagian pihak sudah memasuki tren penurunan (bearish). Sejak awal, indeks terus mendapat tekanan aksi jual seiring melemahnya pasar global. Secara teknikal, pola pergerakan IHSG juga dinilai sudah membentuk double tops sempurna yang mengonfirmasi tren kenaikan (bullish) telah berakhir.

Pola yang menyerupai dua buah gunung ini pernah terjadi pada 2013 dan 2015. Dalam kondisi pasar yang bearish, bukan berarti investor atau trader tidak bisa mendapatkan profit meski peluang untuk mendapatkan profit lebih besar saat pasar bullish.

Hal ini karena kondisi pasar bearish, banyak harga saham yang bergerak turun. Mental seorang investor atau trader akan diuji saat pasar berarish. Berikut tips saat pasar mengalami tren penurunan.

Pilih Saham Valuasi Murah

Dalam kondisi pasar yang bearish, saham yang memiliki fundamental bagus dengan valuasi yang murah lebih tahan banting meski IHSG tertekan. Secara fundamental, saham ini memiliki pendapatan dan laba bersih yang kuat dengan utang yang terjaga.

Sementara secara valuasi, pilih saham yang undervalued dengan tingkat price earning ratio (PER) di bawah lima kali atau price book value (PBV) di bawah satu kali. Selain itu, kriteria lainnya margin of safety (MOS) di atas 50 persen.

Batasi Portofolio

Hindari saham-saham dengan fundamental buruk dan harganya sudah terlalu mahal (overlued). Dalam pasar yang bearish, saham-saham semacam ini biasanya turun lebih dalam. Diversifikasi saham biasanya menjadi salah satu strategi investor atau trader mengoptimalkan return sekaligus meminimalisir risiko.

Tapi hal ini kurang efektif saat pasar sedang bearish. Ketika harga-harga saham turun, portofolio yang terlalu banyak bisa mengganggu psikologi investor atau trader. Batasi portofolio maksimal delapan emiten.

Sisakan Cash

Saat market bullish, biasanya investor atau trader membelanjakan seluruh uangnya untuk membeli saham. Namun jangan lakukan ini saat pasar sedang bearish. Sisakan cash on hand sekitar 30 sampai 40 persen. Manajermen keuangan menjadi kunci saat pasar bergerak turun.

Selain itu, jangan menggunakan fasilitas margin saat pasar bearish karena mengganggu psikologi investor atau trader.

Berpikir Matang

Dengan cashsekitar 30 sampai 40 persen, tahan keinginan Anda untuk berbelanja secara penuh. Kontrol cash tersebut dengan baik-baik dengan tidak menembakkan peluru secara sporadis. Tetap tenang dan berpikir matang dengan masuk secara bertahap jika sudah cukup yakin dengan saham yang akan dibeli.

 

You can share this post!

Comments